KalselPedia

VIDEO Sejarah Rumah Zakat Kalsel, Dimulai dari Mendukung Program Kampung Sehat

Rumah Zakat merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, wakaf serta dana sosial dan disalurkan ke warga Kalsel yang memerlukan.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASINRumah Zakat adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang pertama kali membuka kantor perwakilan resmi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Setelah itu, mulai bermunculan juga kantor-kantor lembaga zakat nasional yang lain di Kalsel.

" Rumah Zakat merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, wakaf serta dana sosial lainnya melalui program terintegrasi di wilayah desa," ujar Muhammad Luthfi Alfin, Branch Manager Rumah Zakat Kalsel kepada Banjarmasinpost.co.id saat di kantornya, Banjarmasin, Selasa (16/2/2021).

Dia menceritakan, Rumah Zakat Kalsel membuka cabang pertama kali di Kalimantan Selatan, tepatnya di bulan Februari 2008.

Baca juga: Bangun Posko, Aksi Team Rumah Zakat Action Bantu Korban Kebakaran Kotabaru

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Rumah Zakat Banjarmasin Berbagi Buat Anak Yatim dan Duafa

Saat itu pendirian kantor cabang untuk mendukung Program Kampung Sehat dan Mobil Klinik yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan Operator Telekomunikasi Indonesia pada Februari 2008.

Kemudian pada Juli 2008, Rumah Zakat Kalsel mulai membuka secara resmi aktivitas fundraising Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).

"Kegiatannya, termasuk mengedukasi masyarakat tentang keberadaan Lembaga Amil Zakat di Provinsi Kalsel," imbuhnya.

Rumah Zakat juga berpartisipasi aktif dalam program kemanusiaan dan penanggulangan dampak bencana.

Baca juga: Rumah Zakat Distribusi Superqurban Untuk Korban Kebakaran Mantuil

Sejak pertama kali membuka layanan penerimaan ZIS dan dana-dana sosial lainnya sampai dengan sekarang.

Respons dan animo masyarakat Kalsel pun semakin tumbuh dan berkembang signifikan, baik dari jumlah dana juga jumlah donatur serta transaksi. Ini di semua segmen donatur perseorangan, komunitas dan korporasi.

Pada awal 2020, walau masyarakat terdampak pandemi, Rumah Zakat Kalsel mencatat tingkat pertumbuhan 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penghimpunan dana pun terlampaui di angka 154 persen dari target.

Selain tingkat kedermawan yang cukup tinggi di Kalsel, menurut Muhammad Luthfi Alfin, semua ini juga dipengaruhi oleh kemudahan layanan donasi dari Rumah Zakat.

Baca juga: Maksum Senang Dibantu 1.250 Ekor Benih Ikan Lele oleh Rumah Zakat Kalsel

Baca juga: Tim Badan Kajian DPRI RI Minta Masukan Kemenag Kalsel dan Rumah Zakat Banjarmasin

Masa pandemi, sambungnya, tingkat cara berdonasi non tunai dari para donatur tumbuh sangat signifikan.

"Donatur lebih suka berdonasi dengan menggunakan cara online, transfer, e-wallet dan ragam kemudahan donasi lainnya yang dimiliki Rumah Zakat. Media-media edukasi yang digunakan oleh Rumah Zakat juga berjalan efektif, baik yang offline maupun yang bersifat online," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved