Breaking News:

Berita Banjarmasin

Demi Tambah Stok Plasma Konvalesen, UDD PMI Banjarmasin Incar Penyintas dari Kalangan ASN

UDD Banjarmasin kini tengah berburu donor darah untuk plasma konvalsen. UDD Banjarmasin mengincar darah penyintas Covid-19 dari asn banjarmasin

DOKTER AULIA RAMADHAN SUPIT UNTUK BPOST GROUP
Seorang pendonor plasma konvalesen sedang diambil darahnya oleh tim Unit Donor Darah PMI Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Permintaan plasma konvalesen di Banjarmasin, yang berguna sebagai terapi mempercepat penyembuhan pasien Covid-19 terbilang masihlah sangat tinggi.

Permintaan plasma konvalesen hingga saat ini khususnya melalui Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin sangat tinggi.

"Rata-rata dalam sehari kami ada sekitar 10 kantong permintaan plasma konvalesen ini, dan kadang bisa lebih," ujar Kepala UDD PMI Banjarmasin, dokter Aulia Ramadhan Supit.

Mengingat begitu tingginya permintaan plasma konvalesen tersebut, dokter Rama pun mengaku, bahwa pihaknya pun terus berburu pendonor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 ini.

Baca juga: Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19, Permintaan Plasma Konvalesen di UDD PMI Banjarmasin Tinggi

Baca juga: Perangi Covid-19,  Penyintas Covid-19 di Polda Kalsel Potensial Donorkan Plasma Konvalesen 

Baca juga: VIDEO Tingkatkan Kesembuhan Pasien Covid-19, PMI Gandeng BUMN Untuk Pembuatan Plasma Konvalesen

Terkait dengan upaya ini, dokter Rama pun membeberkan bahwa sejauh ini telah melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan bekerjasama dengan berbagai instansi.

"Sebelumnya kami sudah bekerjasama untuk mendapatkan pendonor plasma konvalesen ini dengan BUMN dan instansi lainnya," katanya.

Tidak hanya BUMN dan instansi lainnya, pria yang menjadi dokter Timnas sepakbola putri Indonesia di ajang Piala AFF Women Championship 2019 di Thailand ini pun mengatakan bahwa pihaknya pun menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kalsel, terlebih di Banjarmasin demi memenuhi kebutuhan akan plasma konvalesen.

Terlebih jumlah ASN yang pernah terpapar Covid-19 di Kota Seribu Sungai pun tentunya tidaklah sedikit.

"Sejauh ini memang ada saja ASN yang menjadi pendonor, tapi sebatas pribadi saja. Kita tentu berharap bisa bekerjasama melalui instansi atau melalui instruksi dari pimpinan," terangnya.

Baca juga: VIDEO Kemenkes Rekomendasikan UDD PMI Banjarmasin sebagai Tempat Donor Plasma Konvalesen

Ditambahkan dokter Rama, tidak semua penyintas Covid-19 bisa dijadikan sebagai pendonor alias ada beberapa kriteria.

"Memang ada beberapa kriterianya, sehingga tidak semua penyintas bisa menjadi pendonor. Salah satunya si pendonor sebelumnya tidak pernah menerima donor plasma konvalesen atau sembuh dengan antibodinya sendiri," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved