Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pamit Sebagai Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina Fokus Mengikuti Sengketa Pilkada Banjarmasin di MK

esmi menanggalkan jabatannya, H Ibnu Sina mulai fokus mengikuti proses sengketa hasil Pilkada Banjarmasin 2020 yang sedang bergulir di MK

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
H Ibnu Sina usai berpamitan sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2016-2021, Rabu (17/2/2021). 

Editor : Hari Wododo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terhitung sejak kemarin Rabu (17/2/2021) H Ibnu Sina resmi mengakhiri jabatannya sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2016-2021.

Setelah resmi menanggalkan jabatannya, H Ibnu Sina pun sepertinya mulai fokus mengikuti proses sengketa hasil Pilkada Banjarmasin 2020 yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ya, kami sedang persiapan menghadapi gugatan di MK, kami harap ini bisa selesai sesuai dengan harapan kami," ujar Ibnu Sina saat pamit menjadi Wali Kota Banjarmasin, Rabu (17/2/2021) malam.

Sekadar diketahui beberapa waktu lalu KPU Kota Banjarmasin menetapkan paslon petahana dengan nomor urut 2 yakni H Ibnu Sina-H Arifin Noor sebagai peraih suara terbanyak, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota Banjarmasin, yakni mencapai 90.980 suara.

Baca juga: Resmi Akhiri Masa Jabatan, Ibnu Sina Ingatkan untuk Jaga Marwah ASN Pemko Banjarmasin

Baca juga: Sengketa Pilkada Banjarmasin 2020 di MK ke Pembuktian, Tim AnandaMu Siapkan Bukti Tambahan

Kemudian disusul oleh paslon nomor urut 4 Ananda-Mushaffa Zakir (AnandaMu) dengan raihan 74.154 suara.

Sedangkan di urutan ketiga suara terbanyak diraih oleh paslon nomor urut 1 yakni Abdul Haris Makkie-Ilham Nor dengan 36.238 suara dan terakhir paslon nomor urut 3 Khairul Saleh-Habib Ali meraih 31.334 suara berada di urutan keempat.

Menilai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Banjarmasin 2020, tim AnandaMu pun mengajukkan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke MK.

Permohonan dengan nomor perkara 21/PHP.KOT-XIX/2021 dan pokok perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Wali Kota Banjarmasin Tahun 2020 tersebut sudah mulai disidangkan dan berikutnya akan dilaksanakan pada 1 Maret 2021 pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan agenda yang ada di laman resmi MK, sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi/ahli dan mengesahkan tambahan bukti.

Masih terus berproses, maka tentunya nasib 'kemenangan' Ibnu Sina akan ditentukan oleh ketuk palu hakim MK.

Dan disinggung mengenai hal ini, Ibnu Sina pun mengaku tidak memiliki nazar secara khusus dan lebih banyak memanjatkan doa.

"Berdoa saja. Berdoa supaya Allah memberikan jalan terbaik untuk kami. Dan itu doa kami sejak awal. Bahwa kalau ini adalah pilihan terbaik, bagi kami dan keluarga dan masyarakat Banjarmasin, tolong dikabulkan. Tapi kalaupun itu pilihannya lain, mudahan juga terbaik buat kami," ungkapnya.

Ibnu juga mengatakan bahwa dirinya pun sejatinya sejauh ini terus mengikuti perkembangan proses di MK. Bahkan juga memastikan akan turut memantau sidang berikutnya.

"Karena sidang berikutnya pun dilakukan secara virtual, maka tidak bisa berhadir langsung. Jadi mengikuti secara virtual saja. Dan kami pun terus berkoordinasi serta mendapatkan update bersama tim," jelasnya.

Baca juga: VIDEO Tim Hukum AnandaMu Serahkan 56 Bukti Dugaan Pelanggaran Petahana di Pilkada Banjarmasin

Baca juga: Sah, Ibnu Sina-H Arifin Noor Menangkan Pilkada Banjarmasin, Raih Suara Terbanyak Rekapitulasi Kota

Meskipun demikian, Ibnu pun menilai proses yang sedang berlangsung ini adalah hal yang wajar sehingga dirinya pun menghormati proses tersebut.

"Kalau saya Insya Allah yakin dengan apa yang dilakukan selama ini, masyarakat pun juga melihat dan masyarakatlah yang menentukan pilihan. Kalau ada riak-riak dan dinamika, itu hal biasa dalam proses demokrasi," tutupnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved