Breaking News:

Berita HSU

BPOM Sosialisasikan Vaksin Covid-19 Aman kepada Warga Kabupaten HSU

BPOM HSU sampaikan kepada masyarakat Kabupaten HSU agar tidak usah ragu saat akan divaksin Covid-9 karena vaksinnya telah dapat izin dari BPOM pusat.

BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Bambang Hery Purwanto, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Hulu Sungai Utara (BPOM HSU), Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan Hulu Sungai Utara ( BPOM HSU ), Kalimantan Selatan, terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi  Covid-19.

Hingga pada tahap kedua ini, vaksinasi pada seluruh tenaga kesehatan dan juga tokoh masyarakat, tokoh agama serta pejabat forkopimda di Kabupaten HSU.

Pada saat awal kedatangan vaksin, BPOM HSU juga ikut melakukan pengawasan hingga dilakukan vaksinasi.

Pihak BPOM HSU juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan untuk Covid-19.

Baca juga: Awasi Kedatangan Vaksin Covid-19 di Balangan, BPOM HSU Pastikan Vaksin Tetap Bermutu dan Aman 

Baca juga: Kini Jadi Persinggahan Wisata Susur Rawa Gambut, Pondok Pemantau Api di Haur Gading HSU Dipercantik

Kepala BPOM HSU Bambang Hery Purwanto, mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu saat akan divaksin. Sebab, vaksin telah mendapat izin dari BPOM.

"Vaksin Sinovac terbukti aman, serta telah memenuhi persyaratan dan sudah melalui uji klinis dari BPOM. ampai saat ini, kami terus awasi proses vaksinasi. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu atau takut,” ujarnya, Sabtu (20/2/2021).

Dia menambahkan, pemberian EUA (Emergency Use Authorization) vaksin di antaranya memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta syarat pembuatan obat yang baik.

Selain itu, vaksin juga memiliki manfaat yang lebih besar dari risiko yang didasarkan pada data non klinik dan klinik.

Baca juga: VIDEO BPOM HSU Temukan Kosmetik Tanpa Izin Edar, Diperjualbelikan Secara Online

Baca juga: Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Mulai Dilakukan di Kabupaten HSU

"Keefektifan vaksin berdasarkan uji klinis tercatat sebesar 65,3 persen, memenuhi persyaratan organisasi kesehatan dunia, WHO, yakni di atas 50 persen. Efek samping yang tercatat sampai saat ini dari yang ringan-sedang dan bisa pulih kembali," rincinya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui vaksinasi ini, dengan target 70-80 persen masyarakat Indonesia menerima vaksin, agar terjadi herd immunity.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved