Breaking News:

Berita Tabalong

Pemkab Tabalong Siapkan Gerakan Sejuta Masker Jilid II dan Aplikasi Cegah Covid

Gerakan sejuta masker jilid II dan aplikasi baru sebagai upaya Pemkab Tabalong untuk menekan penyebaran Covid-19.

BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Pertemuan membahas persiapan Gerakan Sejuta Masker jilid II yang dilaksanakan di halaman Pendopo Bersinar, Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Walaupun penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Tabalong masih terendah di Kalimantan Selatan, bukan berarti upaya pencegahan menjadi kendor.

Malahan saat ini pemkab tabalong bersama Satgas Penanganan Covid 19 setempat kembali menyiapkan program untuk terus menggencarkan upaya pencegahan.

Upaya pertama yang dilakukan adalah Gerakan Sejuta Masker jilid II dan akan dicanangkan pada 1 Maret 2021.

Gerakan sejuta masker kembali dilakukan, karena pada jilid I dinilai efektif dengan yang terkumpul lebih dari sejuta masker.

Baca juga: Dukung Pencegahan Penularan Covid 19, KPU Tabalong Hibahkan 753 Thermogun

Baca juga: VIDEO 20 Knalpot Brong Sitaan Satlantas Polres Tabalong Digerinda

Di Gerakan Sejuta Master jilid II nantinya menggandeng kelompok organisasi, himpunan masyarakat, relawan sosial, Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) serta komunitas.

Ini untuk kembali menggaungkan penggunaan masker dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Corona.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, mengatakan, keteibatan organisasi, himpunan masyarakat, relawan sosial dan komunitas ini untuk lebih menggaungkan gerakan ini cukup penting.

Kemudian untuk mendukung itu juga telah melaksanakan peningkatan penerapan protokol kesehatan berbasis RT.

Baca juga: VIDEO Satlantas Polres Tabalong Sita Belasan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang tak Standar

Baca juga: VIDEO Operasi Jaran Intan Polres Tabalong Tangkap 8 Pelaku Curanamor, Satu Diantaranya Perempuan

 Sedang disiapkan, sebuah aplikasi yang dinamakan Aplikasi RT Cegah Covid" yang akan dimiliki setiap Ketua RT.

"Nanti, tiap Ketua RT memiliki aplikasi itu. Jadi kalau ada warga yang bergejala, Ketua RT langsung memasukkan  datanya ke aplikasi dan langsung sampai ke Dinas Kesehatan. Kalau teindikasi berat, akan dilakukan tracing dan testing," jelasnya.

Apa yang dilakukan ini, imbuh Anang, bukan untuk membatasi kegiatan masyarakat. Melainkan agar lebih membumikan penerapan protokol kesehatan.

“Karena cara menangkal virus ini hanya menerapakan prokes seperti memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, itu sebetulnya misi kita," ungkap Anang.

(Banjarnasinpost.co.id/Dony Usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved