Breaking News:

Banjir di Kalsel

Banjir Kalsel, Posko Kesehatan Sering Terima Keluhan Nyeri Badan dan Gatal Korban Banjir di HST

Meski Posko Induk tanggap darurat bencana sepi sejak 18 Februari 2021, namun Posko Pelayanan Kesehatan Dinkes HST masih melayani pengobatan gratis

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Hanani
Petugas kesehatan di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana banjir dan tanah longsor melayani pasien masyarakat yang berobat Minggu (21/2/2021) di Stadion Murakatan Barabai. Posko pelayanan kesehatan ini akan operasional sampai 24 Februari 2021 mendatang. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Meski Posko Induk tanggap darurat bencana banjir sepi sejak 18 Februari 2021 lalu, namun Posko Pelayanan Kesehatan DInkes HST masih melayani pengobatan gratis, di Stadion Murakata, Mandingin, Barabai. Posko itupun tetap ramai dikunjungi warga korban banjir.

Mereka datang dari berbagai wilayah di Kota Barabai. Asmah warga Pajukungan Barabai mengatakan, beberapa hari ini merasakan badannya sakit-sakit dan sulit tidur.

“Puskesmas tutup Minggu, jadi ke Posko ini karena mereka buka 24 jam,”kata Asmah. Diapun menyatakan bersyukur masih ada tempat pelayanan berobat masih buka, sekalipun hari libur.

Sementara, Zainuri dan Farid Wajidi, dua tenaga kesehatan dari Public Service Center Tanggap Darurat, menjelaska H plus dua pasca banjir, atau Sabtu 16 Januari lalu Dinkes sudah membuka Posko Pelayanan Kesehatan dimana tenaga kesehatannya bekerja sistem bergiliran.

Baca juga: Posko Induk Tanggap Darurat Bencana HST Sepi, Petugas Tetap Siaga Monitor Hujan di Wilayah Meratus 

Baca juga: Terdampak Covid-19, Hingga Februari 2021 Investasi Pupuk di Kalsel Senilai Rp 2 Triliun Tertunda

Baca juga: Bangun Solidaritas, Angkatan 90 SMAN 1 Barabai Salurkan Donasi untuk Alumni Terdampak Banjir Bandang

“Sudah ribuan pasien yang dilayani, termasuk saat pelayanan keliling ke lokasi-lokasi terdampak banjir,”ungkap Zainuri.

Adapun penyakit yang sering dikeluhkan, antara lain pusing-pusing, badan terasa sakit hingga gatal-gatal.

Sebelumnya, pihaknya juga banyak merawat pasien yang mengalami luka-luka akibat kena pecahan kaca, terhantam kayu, kena paku dan lain-lain yang terbawa banjir.

"Banyak pula yang mengeluh gatal-gatal atau balancat,”kata Zainuri.

Selain menempatkan tenaga kesehatan, Posko itu juga menugaskan apoteker. Santi salah satu apoteker mengatakan, ketersediaan obat masih cukup, karena sebagian dipasok para donator dari berbagai daerah.

“Untuk jenis obatnya memang tak selengkap di Puskesmas, atau di Rumah Sakit. Di sini tersedia hanya obat dasar, seperti antinyeri, antibiotik, obat batuk serta obat salep untuk gatal-gatal,”kata Santi.

(banjarmsinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved