Breaking News:

Berita Internasional

Demi Puaskan Pacar di Hari Valentine, Pria Pasang Cincin Baja di Alat Kelamin, Bagini Kronologinya

Untuk mengesankan teman wanitanya, ia berencana memperbesar kemaluan dengan cara memasukkan cincin ke batang alat kelamin agar darah masuk ke kelenjar

India.com
Dokter di Bangkok, Thailand, menunjukkan cincin baja yang dipakai seorang pria di alat kelaminnya untuk membuat pacarnya terkesan di hari Valentine. Pria itu harus dirawat di rumah sakit karena penisnya membengkak dan menyebabkannya kesakitan. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANGKOK - Seorang pria di Thailand dilarikan ke rumah sakit karena keluhan yang tak umum, yaitu cincin tersangkut di alat kelaminnya.

Ia bereksperimen dengan cincin baja untuk memperbesar kemaluan, namun gagal.

Menyadur The Sun Sabtu (20/2/2021), pria ini mengatakan pada dokter bahwa ia terlalu bersemangat menemukan teman kencan untuk menghabiskan malam Valentine.

Untuk mengesankan teman wanitanya, ia berencana memperbesar kemaluan dengan cara memasukkan cincin ke batang alat kelamin agar darah masuk ke kelenjar.

Baca juga: VIRAL PRIA Ngaku Jenderal Narkoba Tantang Polisi di NTT, Yang Tau Keberadaan Saya Silahkan Cari

Baca juga: VIRAL PRIA Ngaku Jenderal Narkoba Tantang Polisi di NTT, Yang Tau Keberadaan Saya Silahkan Cari

Baca juga: VIRAL Driver Ojol Khusyuk Baca Alquran saat Menunggu Orderan, Subhanallah Sehat Terus Ya Beh

Ia memasukkan mur baja ukuran 3 cm dengan bantuan baby oil. Tapi, kelaminnya justru bengkak keesokan hari. Pria ini lantas dilarikan ke rumah sakit di ibu kota.

Pria di Thailand ini percaya, penis miliknya akan membesar jika dimasukkan ke dalam cincin karena memaksa darah masuk ke kelenjar.

Karena itu tanpa berpikir panjang, pada Jumat pekan lalu (12/2/2021) dia memasukkan alat kelamin ke cincin baja.

Kepanikan menghampirinya karena cincin itu rupanya tidak bisa lepas, sementara rasa sakit dan bengkak mulai menjalar.

Dilansir India.com Selasa (16/2/2021), karena sudah tak kuat dengan rasa sakitnya dia menghubungi tim medis pada Sabtu (13/2/2021).

"Saya takut jika penis saya harus diamputasi. Saya sempat melihatnya membengkak dan mengira bakal meledak," ujar si pria.

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved