Breaking News:

Banjir di Kalsel

Dicek Kesehatannya, Korban Banjir Kalsel di Sungai Tabuk Banjar Keluhkan Flu, Pusing dan Diare

Korban banjir di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar mengeluhkan gangguan kesehatan mulai flu, pusing hingga diare

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
PMI Banjar untuk BPost
LANSIA - PMI Banjar memberikan layanan kesehatan terhadap lansia pasca bencana banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (21/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjar menggelar pemeriksaan kesehatan pasca bencana banjir di Kecamatan Sungai Tabuk. 

Dari 65 warga yang memeriksakan kesehatannya, Sabtu (20/2/2021) lalu, sebagian besar dari kalangan ibu rumah tangga, balita dan lansia.

Bahkan, kondisi rumah mereka  masih terendam rumahnya dan jauh dari akses fasilitas kesehatan.

Naimah, Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar menjelaskan  sebanyak 54 desa terdampak banjir, tersebar di 4 kecamatan.

Baca juga: Kurangi Beban Penderitaan Korban Banjir Kalsel, PMI Banjar Gelar Layanan Kesehatan di Daerah Pelosok

Baca juga: Banjir Kalsel, Sektor Wisata HST Rugi Rp2 Miliar, Tersisa Wisata Air Panas Hantakan Bisa Dikunjungi

Secara bergantian tim kesehatan PMI Banjar mendatangi desa-desa untuk memberikan layanan kesehatan berupa cek kesehatan dan pengobatan gratis ke daerah yang memang akses menuju fasilitas kesehatannya cukup jauh seperti di kecamatan Sungai Tabuk.

Banyak masyarakat mengeluhkan kesehatannya, Rata rata warga mengeluhkan, flu, pusing, pilek dan diare.

"Jadi kami berusaha membantu mereka untuk mengontrol kesehatannya dan kegiatan ini sangat membantu warga pasca bencana banjir," katanya.

Tim medis PMI Banjar selama memberi katakan kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat.

Baca juga: Terdampak Banjir Kalsel, Tahun 2022 Komoditas Jeruk Madang Diprediksi Langka di Provinsi Kalsel

Baca juga: Banjir Kalsel di Batola Belum Seluruhnya Surut, 5920 Jiwa Korban Banjir Masih Mengungsi

Selain di posko pengungsian, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan tim medis PMI Banjar dengan mendatangi rumah rumah warga yang tidak bisa datang ke   posko dikarenakan sakit dan sudah lanjut usia.

"Upaya tersebut sebagai bentuk kepedulian membantu masyarakat pasca bencana selain juga memberi paket sembako pada korban," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved