Breaking News:

Wabah Virus Corona

Mandikan Jenazah Wanita Bukan Muhrim, 4 Petugas Forensik Covid-19 Jadi Tersangka Penistaan Agama

Empat orang pria ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah dituntut oleh suami seorang jenazah bernama Zakia (50).

KOMPAS.com/TEGUH PRIBADI
Puluhan anggota dan pengurus PPNI dan pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI Muhammad Siban di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Kamis (18/2/2021), memberikan bantuan hukum kepada 4 petugas forensik yang dijerat pasal penistaan agama karena memandikan jenazah wanita. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Fakta di balik empat orang petugas forensik jadi tersangka gegara mandikan jenazah bukan muhrim, padahal jasad korban positif Covid-19.

Empat orang pria ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah dituntut oleh suami seorang jenazah bernama Zakia (50).

Zakiah meninggal dunia setelah dinyatakan terpapar Covid-19.

Polisi menetapkan empat orang petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara sebagai tersangka.

Baca juga: Berstatus Penyintas Covid-19, 32 Anggota Polda Kalsel Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Baca juga: Uang Uya Kuya yang Habis Gegara Covid-19 Dikulik Raffi dan Gading, Suami Astrid Sampai Jual Mobil

Baca juga: Sudah Mencapai 919 Angka Terpapar Covid-19 di HSS, Terbanyak Kalster Keluarga

Keempat petugas pria tersebut diketahui berinisial DAAY, ESPS, RS, dan REP. Dari dua diantara tersangka tersebut diketahui sebagai perawat.

Adapun pasal yang digunakan polisi untuk menjerat petugas tersebut adalah Pasal 156 huruf a juncto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kronologi kejadian

Penetapan tersangka kepada empat petugas forensik tersebut setelah polisi mendapatkan laporan dari suami Zakiah, Fauzi Munthe.

Sang suami tidak terima dengan perbuatan empat petugas tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam fardu kifayah, yaitu jenazah wanita dimandikan oleh pria yang bukan muhrim.

Terlebih lagi, untuk penanganan jenazah Covid-19 khususnya umat Islam sebelumnya telah disepakati antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, pihak RSUD Djasamen Saragih, dan Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar pada 24 Juni 2020.

Halaman
123
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved