Breaking News:

Berita Tanahlaut

Pohon Ulin di Tanahlaut Semakin Langka, Kepala KPH Tala Sebut Tiga Kilometer Masuk Hutan Baru Ada

Keberadaan Pohon Ulin di Kalsel semakin langka termasuk di Tanahlaut. Kepala KPH Tala, Rahmad Riansyah menyebut 3 km masuk hutan baru aada pohon ulin

banjarmasinpost.co.id/idda royani
ULIN - Bupati Tala H Sukamta menanam bibit kayu ulin di Hutan Kota di belakang kantor Setda Tala, Jumat (12/2/2021) pagi menjelang siang. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ulin (usideroxylon zwageri) atau yang dikenal sebagai kayu besi hingga kini masih menjadi primadona. Kekuatannya yang luar biasa mampu memikat siapa pun.

Di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sangat banyak ditemui habitat kayu ulin. Namun, karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi sehingga sangat banyak pula yang memburu.

"Harganya pun makin mahal saja karena mulai langka juga. Makanya, sekarang orang yang bikin rumah untuk kusen sudah mulai pakai bahan alternatif seperti baja ringan," sebut Bustani, warga Pelaihari, Minggu (21/2/2021.

Penyusutan populasi ulin pun cukup drastis dari waktu ke waktu. Mendapatkannya tak mudah lagi, mesti menjelajah hutan terutama di wilayah pedalaman Kecamatan Kintap.

Baca juga: Dukung Gerakan Revolusi Hijau, Forkopimda HSS Tanam Pohon Ulin Serentak di Hulu Sungai Desa Ambutun

Baca juga: Hutan Jati Angsau Tanahlaut Jadi Tempat Edukasi Pohon Endemik Kalsel, Penanaman Ulin Diintensifkan

Baca juga: Dukung Gerakan Revolusi Hijau, Wabup Banjar Tanam Pohon Ulin di Taman Deman Lehman

"Kalau dulu kita jalan di kawasan hutan itu paling sekitar 100 meter sudah menemukan ulin, sekarang mungkin kita jalan dulu sejauh sekitar tiga kilometer baru menemukannya," ucap Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tala Rahmad Riansyah.

Pihaknya telah melakukan identifikasi di beberapa lokasi. Contohnya beberapa pekan silam menjelajahi kawasan hutan di Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin. 

"Kami temukan di situ ulin, tak terlalu jauh. Namun tak terlalu besar. Lalu di Desa Riamadungan dan Salaman, Kecamatan Kintap," paparnya.

Diameter tegakan kayu ulin di hutan Tala sekitar 80 sentimeter diameternya. Sedangkan jejak-jejak berupa tonggak ulin, ada yang berdiameter hingga dua meter.

Karena Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel termasuk melalui KPH Tala berkeinginan melakukan penanaman ulin secara meluas di seluruh wilayah Kalsel. Anggaranya bersumber APBN maupun swadaya.

"Kita menginginkan ulin yang ditanam bisa tumbuh baik sehingga anak cucu kita kelak mengenal ulin bukan dari bentuk jadinya berupa balok maupun papan, tapi mengenal dari tanaman fisiknya," tandas Riansyah.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved