Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Terdampak Covid-19, Hingga Februari 2021 Investasi Pupuk di Kalsel Senilai Rp 2 Triliun Tertunda

Pandemi Covid-19 membuat investor pembangunan pupuk senilai Rp 2 triliun di Batola Kalsel masih tertunda

Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala DPMPTSP Kalsel, Nafarin menyebut realisasi investasi di Kalsel tahun 2020 hanya 60 persen, Jumat (19/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID B,ANJARBARU - Hingga memasuki Februari 2021, investasi pupuk yang rencananya di Batola masih belum terealisasi menyusul pandemi Covid-19.

Tadinya investor yang berasal dari Surabaya itu, sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk berinvestasi senilai Rp2 triliun di daerah Cerbon, Barito Kuala.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, membenarkan bahwa soal investasi pupuk ini masih berminat dari investor lokal Surabaya itu.

"Hanya waktu saja ini. Jika sudah nanti Covid mereda maka bisa jadi investasi ini terlaksana," tanda sNafarin belum lama tadi.

Baca juga: Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2020 hanya 60 persen, Investor Korea Paling Tinggi di Kalsel

Baca juga: Tiga Investor Besar Masuk Kalsel, Mulai Bergerak di Januari 2021 ini

Nafarin menjelaskan, padahal tadinya lahan seluas 150 hektare sudah siap, dana juga sudah siap. Tapi, mereka (investor) menunda berinvestasi karena pandemi Covid-19.

Diterangkan Nafarin, investor Surabaya tersebut berencana membuat pabrik pengolahan pupuk untik menyokong program pertanian Serasi dan Food Estate di Kalimantan Tengah.

"Rencananya mereka menyuplai pupuk ke Kalteng, tapi pada tahun ini mereka tidak berani ambil resiko sehingga menunda rencana investasi," urainya.

Dijelaskan Nafarin, beberapa investor yang menarik diri untuk berinvestasi menjadi salah satu penyebab pada tahun ini belum mencapai target.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi (DPMPTSP) Kalsel mencatat realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2020 cuma 60 persen. Atau Rp7, 76 triliun dari target sebesar Rp12 triliun.

Selain tidak mencapai target, realisasi investasi pada 2020 juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun 2019 kita mampu mencapai target, realisasinya mencapai Rp15,6 triliun," katanya.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,15% Pada 3 Desember 2020, Saham BMRI Paling Banyak Dilepas Investor Asing

Baca juga: Selama 5 Tahun, Investor Pasar Modal Syariah Meningkat 1.500 Persen

Menurutnya, ada beberapa hal yang mempengaruhi turunnya investasi. Salah satunya adalah mewabahnya virus corona.

"Karena pandemi, sejumlah investor memilih menunda berinvestasi," papa Nafarin.

Di samping itu, dia mengungkapkan, turunnya ekspor batu bara dan CPO selama 2020 juga mengakibatkan investasi di Kalsel terpuruk. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved