Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Susahnya Kembangkan Tanaman Ulin, Waktu Pertumbuhan yang Relatif Lama

Menanam pohon ulin tidaklah mudah. Pohon ini tidak bisa terpapar langsung matahari. Kalaupun tumbuh, perlu pulihan tahun untuk melihat pohon ini besar

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pohon Ulin yang bernama latin Eusideroxylon zwageri hingga kini masih menjadi primadona.

Kekuatannya yang luar biasa mampu memikat siapa pun. Di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sangat banyak ditemui habitat kayu ulin. Namun karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi sehingga sangat banyak pula yang memburu.

Penyusutan populasi ulin pun cukup drastis dari waktu ke waktu. Mendapatkannya tak mudah lagi, mesti menjelajah hutan terutama di wilayah pedalaman Kecamatan Kintap.

"Kalau dulu kita jalan di kawasan hutan itu paling sekitar 100 meter sudah menemukan ulin, sekarang mungkin kita jalan dulu sejauh sekitar tiga kilometer baru menemukannya," ucap Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tala Rahmad Riansyah.

Pihaknya telah melakukan identifikasi di beberapa lokasi. Contohnya beberapa pekan silam menjelajahi kawasan hutan di Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin. 

"Kami temukan di situ ulin, tak terlalu jauh. Namun tak terlalu besar. Lalu di Des a Riamadungan dan Salaman, Kecamatan Kintap," paparnya.

Diameter tegakan kayu ulin di hutan Tala sekitar 80 sentimeter diameternya. Sedangkan jejak-jejak berupa tonggak ulin, ada yang berdiameter hingga dua meter. Karena Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel termasuk melalui KPH Tala berkeinginan melakukan penanaman ulin secara meluas di seluruh wilayah Kalsel. Anggaranya bersumber APBN maupun swadaya.

"Kita menginginkan ulin yang ditanam bisa tumbuh baik sehingga anak cucu kita kelak mengenal ulin bukan dari bentuk jadinya berupa balok maupun papan, tapi mengenal dari tanaman fisiknya," tandas Riansyah.

Dikatakannya, saat ini teknologi sudah mulai ada. Balai Litbang Kementerian Kehutanan telah berhasil melakukan perbanyakan dengan stek pucuk melalui formula khusus.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved