Breaking News:

Berita Tabalong

MTQ ke-46 Tabalong Diharapkan Bentuk Populasi Baru yang Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Bupati Tabalong berharap dewan hakim dan dewan juri melaksanakan tugasnya sebaik mungkin pada penyelenggaraan MTQ ke-46 Tabalong

banjarmasinpost.co.id/dony usman
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani sampaikan arahan saat pelantikan dewan hakim dan dewan juri MTQ ke-46 Tabalong 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-46 tingkat Kabupaten Tabalong akan dilaksanakan di Kecamatan Tanta, 23-26 Februari 2021.

Mendekati hari pelaksanaan, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani melantik dewan hakim dan dewan juri, Senin (22/2/2021), di Gedung Sarabakawa Tanjung.

Dalam arahannya, Bupati Anang, mengatakan, keberadaan dewan hakim dan dewan juri sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan MTQ.

"Oleh sebab itu dewan hakim dan dewan juri dituntut untuk melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dalam memberikan penilaian, independen dan tidak terpengaruh meski ada tekanan, dari manapun," katanya.

Baca juga: Oprit Ambles, UPBS Haruai Bersihkan Sampah Bawah Jembatan Penghubung Desa Halong-Hayup Tabalong

Baca juga: Pemkab Tabalong Siapkan Gerakan Sejuta Masker Jilid II dan Aplikasi Cegah Covid

Bupati juga menegaskan, MTQ bukan perlombaan biasa namun berkaitan langsung dengan perkembangan syiar Islam.

Dalam kesempatan itu, Anang juga menilai pelaksanaan MTQ kali ini tidak mudah karena berlangsung di dalam suasana pandemi Covid-19.

Hanya saja diyakini pelaksanaan MTQ ini juga bisa menjadi ajang pembuktian terbentuknya kelompok populasi yang bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Kabupaten Tabalong.

Ini juga bercermin dengan berhasilnya muncul kelompok populasi rumah ibadah yang bisa melaksanakan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap II Kota Banjarbaru, Giliran Wartawan dan Guru Serta TNI Polri akan Divaksin

Baca juga: Sebagian Bahan Pangan di Pelaihari Bergerak Turun, ini Daftar Harganya

"Kalau kelompok populasi MTQ ini kita bentuk jadi bagian-bagian kecil maka kelompok populasi pertama adalah dewan hakim dan juri, kemudian kedua adalah qori dan qoriah serta kelompok ketiga yaitu panitia pelaksana dan kelompok-kelompok lainnya," katanya.

Oleh sebab itu, imbuhnya sambil membumikan Alquran serta mengembangkan syiar Islam, pelaksanaan MTQ juga harus melakukan upaya-upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dengan cara memantapkan kelompok populasi ini sebagai orang-orang yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved