Breaking News:

Berita Kotabaru

Petani Sungailimau Nantikan Bantuan Tambahan Alat Panen, Kadistan Kotabaru Usahakan Sumber APBN

Petani padi sawah Desa Sungailimau, Kecamatan Pulaulaut Tengah Kotabaru, menantikan adanya bantuan mesin panen padi atau mesin perontok padi.

istimewa
Ketua Gapoktan Desa Sungailimau, Safarudin. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Petani padi sawah Desa Sungailimau, Kecamatan Pulaulaut Tengah, kabupaten Kotabaru menantikan adanya bantuan mesin panen padi atau mesin perontok padi.

Besar harapan petani itu disampaikan Ketua Gapoktak Desa Sungailimau, Safarudin. Karena mesin panen oadi yang ada satu unit tidak bisa memenuhi kebutuhan petani.

Sementara satu mesin panen padi lainnya untuk petani se-kecamatan Pulaulaut Timur.

Terlebih di Desa Sungailimau yang musim tanam mengandalkan tadah hujan. Sehingga musim panen praktis selalu bersamaan sehingga mesin panen terpaksa dipakai bergantian dengan petani dari desa lain.

Baca juga: Pencabulan di Kotabaru, Dua Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Diancam Hukuman Penjara 15 Tahun

Baca juga: Dijawalkan Awal April 2021, Ujian Sekolah Tingkat SD SMP di Banjarmasin Digelar Secara Tatap Muka

Baca juga: Terduga Pedofilia di Tapin Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Akibatnya jelas Safarudin, kegiatan panen tidak sesuai perlakukan padi. Dampaknya masa padi seharusnya sudah dipanen, tapi belum dipanen karena menunggu mesin sehinggan memimbilulkan beberapa persoalan.

"Padi rebah ditiup angin hingga dimakan hama. Makanya sambil menunggu giliran mesin panen, pagi di tutup plastik," katanya..

Saat musim panen padi, dari 170 hektare. Karena terlambat panen disebabkan minim mesin panen, 30 persen tidak jarang mengalami rusak karena beberapa faktor. Rebah ditiup angin, dimakan burung hingga diserang hama.

Oleh karena itu, sampai sekarang masih menantikan ada bantuan mesin panen combine, karena bisa dimaksimal di tanah yang berlumpur.

"Banyak mesin yang kecil, tapi tidak bisa dipakai. Yang pas itu combine," jelas Safarudin kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Hairudi tidak menepis minimnya mesin panen padi menjadi kendala petani di kecamatan Pulaulaut Timur.

Hairudin mengakui kecamatan Pulaulaut Timur salah satu wilayah lumbung padi. Oleh karena itu, ia berjanji mengamodir keinginan petani ada penambahan combine sehingga pelaksanaan panen bisa maksimal.

Sebelumnya ia meminta petani melalui masing-masing pengurus Gapoktan membuat proposal permintaan combine untuk disampaikannya ke Pemerintah Pusat.

"Buat proposal nanti disampaikan ke pemerintah pusat. Kami terus berusaha bisa mengakomodir melalui sumber APBN," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved