Breaking News:

Kriminalitas Tapin

Diamankan Polisi, Terduga Pedofilia di Tapin Kalsel Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

MTS (33) tersangka Pedofilia sudah diamankan Polres Tapin dan resmi ditetapkan jadi tersangka

Reskrim Polres Tapin untuk BPost
Tersangka Kasus Pedofilia saat diamankan Satreskrim Polres Tapin, Senin (22/2/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - MTS (33) tersangka Pedofilia asal Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah diamankan Polres Tapin dan resmi ditetapkan jadi tersangka, Senin, (22/02/2021).

Kepala Bagian Operasi Polres Tapin, Kompol Rainhard Maradona mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan disertai dengan adanya dua pelapor, maka status MTS kini dinaikan menjadi tersangka. 

"Tersangka mengakui perbuatannya atas tindakannya terhadap dua orang pelapor tersebut. Tersangka terancam hukuman 15 Tahun penjara. Kedepan akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan," ujarnya.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tapin, Mawardi mengatakan bahwa pelecehan seksual itu sudah dilakoni pelaku sejak 1 Tahun yang lalu. 

Baca juga: Tersangka Pengunggah Konten Asusila dari Kabupaten Tapin Terancam Pasal UU ITE

Baca juga: Unggahan di Medsos Berbau Pedofilia Hebohkan Warganet, Tersangka Diamankan Satreskrim Polres Tapin

"Kemarin dilakukan visum, Alhamdulillah tidak sampai ke sana (tindak asusila ke alat kelamin), ada kemungkinan hanya diraba-raba," ujarnya. 

Kedua korban itu adalah anak berumur 6 dan 7 Tahun, hubungannya dengan pelaku adalah tetangga. Besok akan dilakukan pemeriksa lebih lanjut terdapat kedua korban itu dari Dinas P3A Tapin. 

Tersangka MTS diamankan pada Minggu, (21/2) pukul 11.00  dengan sejumlah barang bukti seperti smartphone, SIM card, kartu memori berisi foto korban serta akun Facebook dan Twitter.

Awal mula aksi tidak senonoh yang dilakukan pria yang berprofesi sebagai marbut salah satu mushola di Tapin Utara itu menyebar foto atas tindakannya di akun media sosial dan viral. 

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan dua pasal berbeda, pasal 27 ayat 3 di Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pencabulan terhadap anak, Pasal 81 jo. Pasal 76D dan Pasal 82 jo. Pasal 76E UU 35/2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. 

Halaman
12
Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved