Breaking News:

Vaksin Covid 19

Vaksinasi Covid-19 Tahap II Kota Banjarbaru, Giliran Wartawan dan Guru Serta TNI Polri akan Divaksin

Dinkes Banjarbaru memastikan wartawan masuk sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua karena pekerjaannya bersentuhan dengan pelayanan publik.

BANJARMASINPOST.CO.ID/SITI BULKIS
H Rizana Mirza, SH, MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru memastikan wartawan masuk sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua karena merupakan pemberi layanan publik.

Oleh sebab itu Dinkes Banjarbaru pun meminta Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru untuk melakukan pendataan terhadap para jurnalis yang bertugas di Kota Idaman.

"Iya ada tawaran dari Dinkes Banjarbaru  untuk rekan-rekan wartawan masuk didaftar vaksinasi Covid-19," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Banjarbaru, Dedy Soetoyo malam tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza membenarkan dirinya meminta data wartawan yang bertugas di Kota Banjarbaru untuk divaksin.

Baca juga: Pencabulan di Kotabaru, Dua Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Diancam Hukuman Penjara 15 Tahun

Baca juga: Laka Lantas di Tala, Tabrakan di Jalan Menikung Depan Kantor Camat Pelaihari, Satu Nyawa Melayang

Baca juga: Toko Komputer di Jalan Putri Junjung Buih Palangkaraya Kalteng Dibobol Maling

Namun data ini sementara dikumpulkan dulu untuk dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Didaftar saja dulu. Untuk pendataan. Supaya nanti kalau diminta oleh Pusat, kami sudah punya data tersebut," kata dia.

Tidak hanya wartawan vaksinasi gelombang kedua juga akan diberikan bagi pemberi pelayanan publik seperti Polri, TNI dan guru.

"Pelayan Publik seperti ASN, TNI/Polri, Guru dan lainnya," kata Rizana saat ditanya siapa lagi yang akan didata.

Bagaimana dengan penyintas Covid-19, Rizana mengaku akan tetap divaksin jika sudah tiga bulan lalu dinyatakan sembuh.

Mengenai berapa kuota dan kapan akan dilaksanakan Rizana mengaku belum mendapat kepastian juga.

"Belum bisa dipastikan, tergantung nanti bagaimana Pusat mengaturnya. Maksud kami siap siap data dulu. Kalau mendadak diminta Pusat, kan kita sudah ada datanya," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved