Breaking News:

Berita Tanahlaut

Pangkalan Elpiji di Tanahlaut Ini Diproses Hukum Penyidik Satpol PP, Jual Elpiji Melon Melebihi HET

Pemilik pangkalan elpiji di Tanahlaut Kecamatan Batuampar diproses hukum oleh penyidik Satpol PP setempat karena menjual elpiji melon jauh di atas HET

banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Masyarakat Kota Pelaihari antusias menukar elpiji melon ke elpiji pink kemasan 5,5 kilogram, Senin (15/2/2021) 

Ia menegaskan selanjutnya pangkalan tersebut bakal dijatuhi sanksi keras. "Guna memberi efek jera bagi pangkalan-pangkalan lainnya," tandasnya.

Sementara itu informasi diperoleh banjarmasinpost.co.id, ada juga pangkalan di Kota Pelaihari yang menjual tak sesuai HET namun tak seberapa yakni Rp 20 ribu. Hal itu dikarenakan pihak pangkalan kesulitan menyiapkan pecahan Rp 1.000 untuk kembalian.

Mengenai hal itu Faried mengatakan pihaknya masih memberi toleransi. "Saat ini kami mengejar pangkalan yang menjual elpiji melon seharga Rp 25 ribu lebih. Nanti secara bertahap kami akan menertibkan hingga sesuai HET," tandasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan penjualan elpiji melon di kios/warung hingga kini tetap dilarang di Tala. Penegasannya ini menjawab narasi moderator grup sosmed yang menyampaikan kepada anggota grup bahwa harga elpiji melon di warung dibatasi paling tinggi Rp 24-35 ribu.

Narasi tersebut memunculkan opini seolah Pemkab Tala kembali mengizinkan penjualan elpiji melon secara eceran di kios-kios atau warung.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved