Breaking News:

Berita Kalteng

Perjalanan Pelepasliaran Orangutan di Bukit Batikap Murungraya Kalteng Perlu 3 Hari 2 Malam

Lokasi pelepasliaran orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap Murungraya, Kalteng memerlukan waktu 3 hari 2 malam

Yayasan BOS untuk BPost
Perjalanan pelepasliaran Orangutan hasil rehabilitasi Yayasan Borneo Orangutan Survival Nyaru Menteng Palangkaraya ke Hutan Lindung Bukit Batikap Kabupaten Murungraya Palangkaraya. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Perjalanan menuju Lokasi Pelepasliaran Orangutan Hasil Rehabilitasi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) dari Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng di Palangkaraya tidak mudah.

Untuk bisa mencapai Hutan Lindung Bukit Batikap Murungraya, Kalteng diperlukan waktu 3 hari 2 malam.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Handi Nasoka, mengatakan, tidak mudah untuk mencapai lokasi pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi Yayasan BOS dari Palangkaraya ke Hutan Lindung Bukit Batikap.

Pihaknya, menyambut baik pihak yayasan kembali melakukan program pelepasliaran orangutan ke hutan lindung tersebut.

Baca juga: Yayasan BOSF Lepasliarkan 7 Orangutan Pakai Helikopter di Hutan Lindung Bukit Batikap Kalteng

Baca juga: Yayasan BOS Pindahkan Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi ke Pulau Badak Kecil Pulang Pisau Kalteng

"Upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 menghambat pelaksanaan banyak kegiatan konservasi terutama di Kalimantan Tengah selama sekitar setahun ini," ujarnya.

Dia menyambut baik upaya  Yayasan BOS yang telah menyusun dan menerapkan protokol dan prosedur baru untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19, di tengah masyarakat maupun populasi satwa liar, sembari melaksanakan tugas konservasi penting. 

BKSDA Kalimantan Tengah terus berkomitmen memastikan upaya konservasi satwa liar berjalan baik,  bahkan disaat pandemi belum berakhir ini.

Hutan Lindung Bukit Batikap yang berada di Kabupaten Murungraya terletak jauh dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng.

Baca juga: Dievakuasi ke Pusat Penyelamatan IAR Indonesia Ketapang, Begini Kondisi 2 Orangutan dari Jawa Tengah

"Kami butuh 3 hari dan 2 malam untuk mencapai camp menggunakan mobil dan perahu secara bergantian," ujarny, Selasa (23/2/2021), 

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik adanya wacana untuk menggunakan helikopter yang bisa memangkas waktu perjalanan dan mengurangi keharusan melintas perkampungan yang dilakukan dalam Pandemi Covid-19 ini.(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved