Breaking News:

Berita Banjarmasin

Satgas Normalisasi Sungai Siapkan Contoh Jembatan untuk Dua Jalan di Banjarmasin

Tim Normalisasi Sungai Kota Banjarmasin bikin contoh jembatan, yaitu harus melengkung, tidak ada tiang yang menghambat arus air, bagian tengah tinggi.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Salah satu jembatan di Jalan A Yani, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dibongkar oleh Satgas Normalisasi Sungai. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aliran air sungai menyempit di Jalan A Yani maupun juga Jalan Veteran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Penyabab hal itu, salah satunya diduga karena banyak Jembatan Bangunan Gedung (JBG) dari ruko di sepanjang kawasan setempat.

Tak heran pula karenanya, JBG ini pula yang menjadi salah satu target atau sasaran dilakukan pembongkaran oleh tim Satgas Normalisasi Sungai Pemko Banjarmasin sejak beberapa pekan terakhir.

Pasalnya banyak JBG yang dinilai tidak memenuhi kriteria, misalnya di antaranya lebih dari separo jembatan dibuat dengan cara diuruk tanah.

Baca juga: Masuk Sasaran Satgas Normalisasi Sungai, Warga Veteran Banjarmasin Ini Bongkar Rumah Sendiri

Baca juga: VIDEO Jembatan yang Menutup Aliran Sungai di A Yani Km 6 Banjarmasin Dibongkar

Hal ini pula yang akhirnya membuat aliran sungai menyempit, hingga membuat arus airnya pun menjadi kurang lancar.

Karena itu, tim Satgas Normalisasi Sungai menyiapkan sebuah prototipe untuk JBG agar ke depannya tidak lagi menganggu aliran sungai.

"Kami sudah membuat prototipenya, dan yang menyusun adalah ikatan tenaga ahli konsultan dan jalan, khususnya untuk wilayah Jalan A Yani dan Jalan Veteran," ujar Ketua Satgas Normalisasi Sungai, Doyo Pudjadi, Selasa (23/2/2021).

Diterangkan Doyo, prototipe ini nantinya akan cukup detil menjabarkan bentuk JBG yang memenuhi standar.

Baca juga: Hambat Aliran Sungai, Satgas Normalisasi Sungai Beri Tanda Silang Merah untuk JBG di Jalan A Yani

Baca juga: Terbitkan Imbauan, Wali Kota Banjarmasin Deadline Pemilik JBG dan Bangunan di Atas Sungai

"Misalnya, harus dibuat melengkung, kemudian bagian tengahnya tidak ada tiang dan sebagainya yang menghambat arus air, serta ketinggian tengahnya sekitar 60 sentimeter dari permukaan air banjir," jelasnya.

Adanya prototipe ini, lanjut Doyo, tentunya akan menjadi patokan bagi para pemilik JBG agar tidak lagi membangun yang tidak sesuai dengan kriteria apalagi menghambat aliran sungai.

"Ini yang akan menjadi acuan, tapi memang tidak harus sekarang dan perlu dilakukan sosialisasi," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved