Breaking News:

Berita Tapin

Terkait Arahan Karhutla dari Presiden Jokowi, Begini Kata Kepala BPBD Tapin

BPBD Kabupaten Tapin mengajak kerja sama perusahaan pertambangan untuk membantu memadamkan api di bekas lubang tambang.

BPBD Tapin
ILUSTRASI - Kebakaran lahan dan hutan terjadi di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (20/9/2020) 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dalam pertemuan secara virtual dengan seluruh kepala daerah, termasuk Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Menanggapi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin berikan pemaparan tentang kesiapan dan pengalaman penanggulangan karhutla di tahun sebelumnya.

Kepala BPBD Tapin, Said Abdul Nasir, mengatakan, sudah ada data terkait bencana karhutla.

"Kami punya data dari pengalaman sebelumnya. Ada daerah-daerah yang bisa dikatakan rawan karhutla, namun yang menonjol kadang ada di beberapa kecamatan, yakni Lokpaikat, Salam Babaris dan Bungur," bebernya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Persiapkan Pengendalian Karhutla, Ini Kata Penjabat Gubernur Kalsel

Baca juga: Plt Kadishut Kalsel Sebut Hutan Telantar Penyumbang Kasus Karhutla Terbesar

Salah satu penyebab, sebut dia, yakni adanya galian belas tambang. Saat kemarau, batu baranya terbakar dan menimbulkan asap.

"Terpaksa kami koordinasi dengan perusahaan di sekitar lokasi untuk melakukan pemadaman karena harus menggunakan cairan khusus," ujar Said Abdul Nasir.

Meskipun hanya menggunakan anggaran Rp 38 juta untuk penanganan karhutla, tidak mengurangi kinerja penanganan.

Menyikapi keterbatasan itu, selanbya, BPBD Tapin membentuk tim relawan di setiap desa yang masuk peta rawan kebakaran. 

Baca juga: VIDEO Anggota Karhutla Kabupaten Tapin Menunggu di Lahan Bekas Terbakar

"Anggaran bisa dikatakan minim, selama ini kami membentuk pos-pos desa, merekrut dengan banyak suka relanyalah," imbuh dia. 

Ia mengatakan kebakaran lahan masuk di dalam peta ada di Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Candi Laras Selatan, Bakarangan dan Tapin Tengah. 

"Akses di sebagian wilayah itu sangat sulit untuk melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran, memerlukan tenaga dan biaya operasional yang lebih banyak," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved