Breaking News:

Destinasi Wisata Sungai Lulut

Wisata Kalsel, Rasakan Sensasi Goyangan Jembatan Sungai Lulut

Jembatan gantung menghubungkan Sungai Lulut dan Desa Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel.

BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Pengguna jalan melintasi jembatan gantung di Sungai Lulut Kilometer 6, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Ingin merasakan sensasi naik kendaraan 'sambil bergoyang', tak perlu jauh-jauh ke tempat terpencil.

Tak jauh dari Kota Banjarmasin, tempat di Jalan Sungai Lulut Kilometer 6, tepatnya Pasar Sungai Lulut, Provinsi Kalimantan Selatan.

Di tempat tersebut ada jembatan gantung yang menghubungkan ke Desa Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel.

Jembatan gantung atau baayun dengan lantai besi ini panjangnya sekitar 300 meter. Lebarnya hanya 1 meter lebih dan bisa dilewati berselisihan dua sepeda motor.

Baca juga: Wisata Kalsel, Selter Air di Banjarmasin Perlu Ditambah Taman dan Spot Foto

Baca juga: VIDEO Persiapan Pemilihan Naga Banjarmasin 2021

Bila melintasi jembatan gantung tersebut terdengar suara cukup berisik, dikarenakan benturan ban kendaraan dengan lantai besi.

"Bila ingin melintasi jembatan gantung sungai lulut jangan pelan, akan terasa goyang. Kendaraan lebih cepat, sekitar 30 per kilometer supaya tak goyang," kata Fery yang sering melintasi jembatan tersebut.

Ditambahkan warga Sungai Lulut kilometer 6,2 ini, jembatan gantung tersebut juga sering dijadi momen oleh warga untuk selfi atau swafoto.  

"Mungkin jembatan gantung sangat jarang lho. Bahkan, saya melihat ada orang syuting untuk pembuatan dokumenter atau lagu, saya kurang tahu," ujarnya. 

Baca juga: Wisata Kalsel, Dermaga Kelotok di Sungai Lulut Banjarmasin Bagus untuk Swafoto

Sementara itu, Syamsudin, warga Desa Sungai Bakung Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, mengatakan jembatan gantung dibangun sekitar tahun 2005 semasa Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

"Jembatan gantung ini oleh warga sekitar disebut Jembatan Ayun. Karena bila melintasi, terasa baayun atau berayun-ayun," papar pedagang ikan di Sungai Lulut ini.

Menurutnya lewat Jembatan Baayun Sungai Lulut ini bisa melanjutkan perjalanan ke obyek wisata Pasar Terapung Lokbaintan Kabupaten Banjar.

Jembatan gantung di Sungai Lulut Kilometer 6, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Jembatan gantung di Sungai Lulut Kilometer 6, Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR)

Supaya Jembatan Baayun Sungai Lulut lebih menarik dan indah, sebaiknya dicat dengan warna warni.

(Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved