Breaking News:

Berita Banjarbaru

BPBD Banjarbaru Siaga Karhutla, Kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor Paling Diwaspadai

Pascabencana banjir Kalsel, kini BPBD Banjarbaru mulai siaga ancaman karhutla di Banjarbaru. Terutama di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor

banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pascabencana banjir Kalsel, kini BPBD Banjarbaru mulai siaga ancaman karhutla di Banjarbaru. Terutama di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala Pelaksana BPBD, Zaini Syahranie mengatakan memasuki bulan Maret-April biasanya mulai memasuki musim kemarau. 

Sehingga tidak salah jika BPBD Banjarbaru dan tim terpadu yang terdiri dari beberapa unsur, mulai dari personel TNI, Polri dan juga sekelompok relawan mulai melakukan kewaspadaan.

Diprediksi puncak dari kemarau akan terjadi pada Agustus dan September nanti sehingga pembakaran hutan dan lahan bakal banyak terjadi.

Baca juga: BPost Terima Penghargaan IPMA Kategori Surat Kabar Harian Regional Kalimantan Terbaik

Baca juga: Update Covid-19 Tanahbumbu: 3 Orang Meninggal, Positif 35, Sembuh 6 Pasien

Baca juga: Korupsi di KKP, Saksi Edhy Prabowo Sebut Diberi Uang Ratusan Juta untuk Beli Sepeda

Untuk daerah yang menjadi titik kewaspadaan Zaini mengaku masih di kawasan kelurahan Syamsuddin Noor, Cempaka, Lianganggang dan Landasan Ulin Selatan.

"Terutama kelurahan Syamsuddin Noor ya soalnya ini dekat dengan bandara yang tentu saja bakal banyak menyita perhatian," papar dia.

Oleh sebab itu tim bakal terus melakukan sosialisasi dan kewaspadaan. Tidak hanya itu pembasahan lahan di areal bandara juga akan rutin dilakukan.

Area ini juga banyak ditemukan hotspot atau titik api kecil yang sering menimbulkan kebakaran. 

Menurut Zaini kejadian karhutla masih banyak disebabkan karena ulah manusia. Padahal berdasarkan perda, apabila tertangkap tangan membakar hutan maka pelakunya dapat dihukum enam bulan penjara dan didenda Rp 50 juta. 

"Bahkan di undang-undang negara lebih berat lagi, hukumannya bisa sampai belasan tahun dan denda bahkan miliaran rupiah,” ancamnya.

Pipanisasi yang dibangun PUPR Banjarbaru juga akan difungsikan termasuk kanal kanal sungai supaya aliran sungai tetap ada. 

Kesiagaan di buktikan BPBD Banjarbaru dengan menyiapkan 40 personel TRC posko induk.

"Hanya saja fokus kita sekarang terbagi dua baik Karhutla dan juga Covid-19," pungkas dia.

(banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved