Breaking News:

Berita Tanahlaut

Harga Elpiji Pink Kian Naik, Pemasok ke Rumah Makan di Tala Tak Berani Beli

Pasokan elpiji pink ke Tala tersendat, stok di pangkalan kosong, pemilik rumah makan gelisah

JAUHARI ALAMSYAH UNTUK BPOST GROUP
Jauhari Alamsyah memperlihatkan puluhan tabung elpiji pink-nya yang kosong. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Konversi liquified petroleum gas (LPG) subsidi kemasan 3 kilogram (elpiji melon) ke nonsubsidi kemasan 5,5 kilogram (elpiji pink) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menyisakan persoalan yang rumit.

Pasalnya, pasokan elpiji pink ke Tala tersendat menyusul kerusakan jalan di lingkar utara (Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar).

Hal itu mulai membikin gundah masyarakat terutama mereka yang tiap hari memerlukan pasokan elpiji seperti kalangan pemilik usaha rumah makan.

"Bagaimana ini ya, barangnya juga kosong. Harganya pun mulai naik terus. Ini yang ada di tabung hampir habis gasnya. Masa harus balik lagi ke elpiji melon," ucap Ahmad, salah seorang pemilik warung makan di Pelaihari, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Konversi Elpiji Melon di Kabupaten Tanahlaut Dilanjutkan ke Luar Kota Pelaihari

Baca juga: Pangkalan Elpiji di Tanahlaut Ini Diproses Hukum Penyidik Satpol PP, Jual Elpiji Melon Melebihi HET

Ia berharap pemerintah segera melakukan upaya khusus agar pasokan elpiji pink di Pelaihari mengalir lancar.

Apalagi sebelumnya pemerintah daerah menyatakan ketesediaan elpiji pink mencukupi.

Kerisauan juga dirasakan Jauhari Alamsyah, pemasok elpiji pink ke kalangan rumah makan di Kota Pelaihari.

Selasa kemarin ia pontang-panting hingga ke sejumlah pangkalan d Pelaihari namun semua masih kosong atau belum dapat kiriman dari agen.

Dirinya juga berupaya mencari hingga ke Kota Banjarbaru, namun harganya cukup mahal.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved