Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kapal LCT di Pelabuhan Martapura Baru Banjarmasin Terancam Tidak Bisa Beraktivitas Lagi

Kapal LCT pengangkut truk tidak sandar di Pelabuhan Martapura Baru, Banjarmasin, jika ada kapal tanker pengangkut solar sandar di tempat yang sama.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Kapal jenis LCT di Pelabuhan Martapura Baru, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/2/2021) siang. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Baru saja kapal jenis LCT mulai beroperasi setelah berhenti selama 2 hari, penyeberangan angkutan di Pelabuhan Martapura Baru, Banjarmasin, ini terancam tidak bisa beraktivitas besok.

Pasalnya, dijadwalkan bakal ada kapal milik AKR bermuatan solar yang kembali sandar di dekat pelabuhan tersebut.

Dijelaskan Rasyid, seorang petugas jasa penyeberangan, rencana yang ada, kapal tongkang akra 100 tersebut sandar selama 1 hari untuk membongkar muatan.

"Untuk menghindari terjadi kecelakaan kerja, jadi kalau ada kapal AKR sandar, LCT tidak beroperasi dulu," katanya. Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Angkut Pupuk, Truk Ini Terbalik saat Naik LCT di Pelabuhan Martapura Baru Banjarmasin

Baca juga: Truk Fuso di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Masuk Sungai Dievakuasi, Pelindo Temukan Fakta Ini

Rasyid menambahkan, karena kapal berisi BBM yang dijadwalkan sandar besok itu ukurannya terbilang kecil, sehingga masih ada kemungkinan pihaknya masih bisa beraktivitas.

"Besok kami tunggu arahan lagi dari AKR, apakah kami bisa beroperasi atau tidak, jadi masih ada kemungkinan 50 persen bisa bekerja," ungkapnya.

Sebelumnya, jasa penyeberangan Kapal LCT mengangkut truk-truk tersebut juga sempat berhenti beraktivitas selama 2 hari, lantaran adanya kapal milik AKR yang sandar untuk membongkar muatan.

Baca juga: Insiden Truk Terjun ke Sungai, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Bakal Evaluasi Kelayakan Angkutan

Baca juga: Miliaran Rupiah Beredar di Pelabuhan Martapura Baru, Inilah Alasannya

Berdasarkan infomasi yang berhasil dihimpun, Pelabuhan Martapura Baru mengakomodasi dua Kapal LCT.

Kapal tersebut dapat menyeberangkan 24 unit truk kecil sekaligus atau 17 unit truk berukuran besar.

Dalam satu hari, Kapal LCT hanya mampu melakukan perjalanan sebanyak 2 kali, dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju pelabuhan di sekitar jembatan barito, Kabupaten Barito Kuala ( Kabupaten Batola ).

"Satu kali berjalan, bisa memakan waktu berjam-jam. Belum lagi kembalinya juga, sama, berjam-jam juga," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved