Berita Tanbu

Cuaca Masih Belum Menentu, Banjir Kalsel Masih Mengancam Tanbu

Kepada BPBD Tanbu mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan potensi curah hujan yang ada.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Hari Widodo
Pixabay
Ilustrasi - Info Cuaca Ekstrem Kamis 23 Juli, BMKG: Peringatan Dini untuk Sejumlah Wilayah, Ada Hujan Petir dan Angin. 

Editor : Hari Widodo
 
 BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Belakangan ini, cuaca di wilayah Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu) tidak menentu. Kadang tiba-tiba hujan dan kadang cerah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Tanbu, Eryanto Rais, Kamis (25/2/2021), mengatakan cuaca saat ini masih ada hujan.

Potensi terjadinya hujan hingga akhir Februari masih terjadi. Namun berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG di Banjarbaru, cuaca di bulan Maret, potensi hujan masih tinggi.

"Informasi dari BMKG, cuaca masih ada potensi hujan lebat. Tepat Maret nanti, curah hujan dari menengah hingga tinggi," sebutnya.

Baca juga: Warga Panggungbaru Tala Bertahan di Pondok Pengungsian, Sesekali Nginap di Rumah Jika Cuaca Cerah

Baca juga: WASPADA! Inilah Wilayah Indonesia yang Berpotensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang Pekan Ini

Sebab itu, Eryanto Rais juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan potensi curah hujan yang ada.

Sementara itu Camat Simpangempat, H Syamsudin, mengatakan, mengenai bencana musiman di wilayahnya saat curan hujan tinggi ini masih dapat teratasi. Hanya saja, lambat turunhya sehingga sempat terjadi genangan air.

"Kalau Kecamatan Simpangempat mengenai bencana tidak terlalu parah atau persentasinya sangat kecil. Cuma mengenai banjir saja, makanya mulai sekarang itu kami mohon nanti pada dinas terkait untuk membuat area atau aturan apapun bentuknya supaya area resapan area Kota itu ada," ungkapnya belum lama ini.

Hal itu diperlukan, lantaran ketika area resapan ada, maka dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi banjir saat curah hujan tinggi.

Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Pemasangan Glamping di Pantai Batakan Baru Tanahlaut Tertunda

Menurutnya, selama ini daerah di Kecamatan Simpangempat ada dua Desa paling rawan banjir. Yakni, Desa Barokah, dan Desa Sejahtera.

"Kalau Desa Sejahtera ini sudah penuh, kemudian Desa Bersujud permukiman sudah padat. Karena area kota ini padat, jadi ketika membetulkan sebuah drainase ini sangat sulit dan iniasih menjadi PR kita," terangnya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved