PT PLN Persero UP2B Kalimantan

Mode Autopilot pada Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan di seluruh dunia termasuk PLN masih mengandalkan dispatcher untuk mengatur kelistrikan pada sistem kelistrikan masing-masing.

Editor: Royan Naimi
PT PLN (Persero) UP2B Kalimantan
Saat ini sistem kelistrikan di Kalimantan yang telah terhubung dari Bontang (Kaltim), Banjarmasin (Kalsel) hingga Pangkalanbun (Kalteng) dengan total panjang transmisi 5000 kms, sehingga tim dispatcher bekerja shift 24 jam selama 7 hari untuk mengatur kelistrikan untuk 3 provinsi di Kalimantan (Kalteng, Kalsel, Kaltim) dengan beban sistem sekitar 1200 MW dan direncanakan akan terhubung dengan Pontianak (Kalbar) dalam beberapa tahun ke depan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah tau kah kamu, bahwa listrik yang kita gunakan untuk saat ini seperti TV, Lampu rumah, AC (air conditioner), Kipas adalah listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik saat ini juga.

Oleh sebab itu, listrik yang kita gunakan saat ini bersifat real-time, karena listrik AC (Alternatic Current) tidak dapat untuk disimpan dalam skala besar.

Oleh karena tidak dapat disimpan itu, maka Listrik perlu diatur untuk didapatkan keseimbangan antara kebutuhan konsumen (demand) dan pasokan pembangkit (Supply), istilah pengaturan ini umum disebut dengan dispatch dan orang yang bertugas disebut dengan dispatcher.

Hingga saat ini sistem kelistrikan diseluruh dunia masih mengandalkan dispatcher untuk mengatur kelistrikan pada sistem kelistrikan masing-masing.

Dispatcher mengatur keseimbangan pasokan listrik dengan parameter frekuensi yang memiliki satuan Hertz (Hz). Frekuensi nominal yang digunakan di Indonesia adalah 50 Hz. Ketika Beban konsumen lebih besar dari suplai pembangkit maka frekuensi akan lebih rendah dari 50 Hz begitu pula sebaliknya.

Selain menjaga keseimbangan frekuensi, dispacther juga bertugas terhadap 3 hal :

Handal (memastikan listrik mengalir tanpa padam), Ekonomis (mengoperasikan pembangkit dengan biaya operasi paling ekonomis), Mutu (menjaga parameter operasi pada range standar seperti tegangan dijaga pada range -10% s.d +10%)
Untuk saat ini sistem kelistrikan di Kalimantan yang telah terhubung dari Bontang (Kaltim) , Banjarmasin (Kalsel) hingga Pangkalanbun (Kalteng) dengan total panjang transmisi 5000 kms, sehingga tim dispatcher bekerja shift 24 jam selama 7 hari untuk mengatur kelistrikan untuk 3 provinsi di Kalimantan (Kalteng, Kalsel, Kaltim) dengan beban Sistem sekitar 1200 MW dan direncanakan akan terhubung dengan Pontianak (Kalbar) dalam beberapa tahun kedepan ini.

Semakin berkembangnya teknologi saat ini, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh bidang ketenagalistrikan khususnya menghadapi tantangan Indutrial Revolution 4.0 dengan Automation Dispatch atau biasa disebut dengan AGC (Automatic Generation Control). Dengan AGC, pembangkitan dapat diatur secara automasi mengikuti perubahan kebutuhan listrik konsumen. Sederhananya AGC merupakan sistem “Autopilot” bagi Dispatcher.

Selain itu terdapat fitur ED (Economical Dispatch) pada AGC yang dapat mengatur pembangitan dengan urutan biaya operasi dari yang paling murah namun tetap menjaga keseimbangan parameter sistem yang lain.

Semua teknologi dikembangkan untuk membantu kehidupan manusia, serta listrik untuk kehidupan yang lebih baik.(aol/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved