Breaking News:

Kriminalitas Internasional

Putra Mahkota Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi, Dokumen 'Sangat Rahasia' Ini Beberkan Fakta

Berdasarkan dokumen 'Sangat Rahasia', Putra Mahkota Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi, ini sejumlah Faktanya

(AFP/FAYEZ NURELDINE)
Pangeran Mohammed bin Salman. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, RIYADH - Menurut empat pejabat yang mengetahui masalah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, salah satu hasil temuannya adalah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyetujui pembunuhan Khashoggi.

Melansir Reuters, laporan intelijen yang tidak diklasifikasi tersebut akan mewakili langkah terbaru Presiden AS Joe Biden untuk menyelaraskan kembali hubungan dengan Riyadh.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun lamanya, Washington memberikan kartu pass atas catatan hak asasi manusia, intervensi dalam perang saudara Yaman, dan masalah lainnya terhadap Riyadh.

Baca juga: Arab Saudi Tutup Jemaah dari Indonesia, Ketua PPIU HK Kalsel Mengaku Pusing

Baca juga: Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan, Jemaah Umrah Dijadwalkan Berangkat 16 Januari 2021

Baca juga: Umrah Ditunda Lagi Imbas Larangan Masuk Arab Saudi, Pemerintah Diminta Bantu Travel Umrah dan Haji

Rilis laporan itu diharapkan akan dilakukan bertepatan dengan percakapan telepon pertama, mungkin dilakukan pada hari Rabu (24/2/2020), antara Biden dengan Raja Saudi Salman sejak Biden mengambil alih kursi kepresidenan.

Sementara itu dalam sebuah laporan rahasia menyebutkan, dua jet pribadi yang digunakan oleh pasukan pembunuh Arab Saudi yang menewaskan dan diduga memenggal jurnalis Jamal Khashoggi dimiliki oleh sebuah perusahaan Mohammed bin Salman.

Perusahaan itu kurang dari setahun sebelumnya telah disita oleh Putra Mahkota Kerajaan yang berkuasa, menurut dokumen pengadilan yang baru-baru ini diajukan dilihat oleh CNN.

Dokumen-dokumen itu, diajukan sebagai bagian dari gugatan perdata dari Kanada awal tahun ini.

Berlabel "Sangat Rahasia" dan ditandatangani oleh seorang Menteri Arab Saudi, berkas tersebut mengungkap perintah dari putra mahkota, penguasa de facto muda Arab Saudi.

"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota," tulis menteri menurut terjemahannya, "segera setujui penyelesaian prosedur yang diperlukan untuk ini (penyitaan perusahaan)."

Pengajuan tersebut menjelaskan bagaimana kepemilikan Sky Prime Aviation diperintahkan untuk ditransfer ke dana kekayaan negara. Nilai pengalihan mencapai 400 miliar dollar AS (Rp 5,6 kuadriliun) pada akhir 2017.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved