Breaking News:

Berita Regional

Uang Nasabah Rp 12,5 Juta Tiba-tiba Lenyap, Pihak Bank Sebut karena Perbuatan Skimming

Terungkap ternyata nasabah tersebut dari bank plat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berasal dari Bojonegoro Jawa Timur.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi uang tunai. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Heboh, kasus tiba-tiba uang nasabah lenyap dari tabungan yang baru saja ditabung.

Terungkap ternyata nasabah tersebut dari bank plat merah yang berasal dari Bojonegoro Jawa Timur.

Nasabah tersebut bernama Aris, dia mengaku kehilangan dana Rp 12,5 juta ketikan di cek di ATM.

Aris mengetahui kejadian itu ketika dia hendak mengecek saldo rekening pada Senin (22/2/2021).

Baca juga: PRIA Kaget, Uang Rp 13 Juta yang Baru Ditabungnya Lenyap dan Hanya Tersisa Rp 500 Ribu

Baca juga: Jakarta Harus Waspada, Hujan Disertai Petir Diprediksi Terjadi Hari Ini, Ini Kata BMKG

Baca juga: HARI Ini Mulai Puasa Ayyamul Bidh Ramadhan 2021, Sampai 27 Februari, Niat, Keutamaan & Asal Usulnya

Dia kaget saldonya hanya bersisa Rp 500.000. Setelah memeriksa mutasi rekening, ada 5 kali penarikan yang terjadi tanpa diketahui.

Setelah dilakukan investigasi, Pemimpin Wilayah Bank tersebut di Surabaya Triswahju Herlina mengungkap, hilangnya saldo nasabah tersebut merupakan bagian dari kejahatan, yakni aksi skimming. Dengan begitu, perseroan juga menjadi korban dari aksi skimming tersebut.

"Manajemen telah melakukan investigasi dan penelusuran, dan ditemukan bahwa nasabah nasabah tersebut merupakan korban kejahatan skimming," kata Triswahju Herlina kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Meski begitu, pihaknya mengaku telah menyelesaikan keluhan nasabah yang mengalami kehilangan dana pada Rabu sore, (24/2/2021).

Lebih lanjut Triswahju meminta nasabah yang lain untuk berhati-hati melakukan transaksi perbankan. Kehati-hatian bisa dilakukan dengan menjaga data-data perbankan pribadi.

"Menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi, dan sebagainya kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Aris kehilangan saldo rekening Rp 12,5 juta. Setelah dilihat, ada penarikan 5 kali senilai masing-masing Rp 2,5 juta.

Empat transaksi penarikan dilakukan sekitar pukul 11.00 -15.00 WIB, dan satu penarikan lagi dilakukan pada pagi hari sebelum dirinya berangkat melapor ke kantor bank pelat merah tersebut pada Selasa.

Rupanya ada empat nasabah lainnya yang mengalami hal serupa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved