Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tak Lagi Berstatus Darurat Banjir, Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin Teruskan Sasar JBG

Status Tanggap Darurat Banjir dan Air Pasang di Banjarmasin berakhir. Namun, satgas Normalisasi Sungai tetap bekerja menyasar JBG hambat sungai

banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Ketua Satgas Normalisasi Sungai, Doyo Pudjadi. 

Editor : Hari Widodo
 
 BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terhitung sejak kemarin Kamis (25/2/2021) status Tanggap Darurat Banjir dan Air Pasang di Kota Banjarmasin berakhir.

Pemko Banjarmasin pun masih belum menentukan apakah akan kembali memperpanjang status tersebut ataukah mencabutnya.

Meskipun demikian, Satgas Normalisasi Sungai dipastikan masih tetap akan menjalankan aktivitasnya, salah satunya menyasar bangunan atau Jembatan Bangunan Gedung (JBG) yang menghambat bahkan menutup aliran sungai di Banjarmasin.

Hal ini pun ditegaskan oleh Ketua Tim Satgas Normalisasi dan Penanggulangan Banjir, Doyo Pudjadi.

Baca juga: Satgas Normalisasi Sungai Siapkan Contoh Jembatan untuk Dua Jalan di Banjarmasin

Baca juga: Normalisasi Sungai di Jalur Jalan Banjarmasin-Marabahan Memasuki Desa Puntik Luar Mandastana Batola

Baca juga: Masuk Sasaran Satgas Normalisasi Sungai, Warga Veteran Banjarmasin Ini Bongkar Rumah Sendiri

"Ada atau tidak ada status, program satgas tetap terus lanjut. Target kita sampai semua sungai kecil terkoneksi dengan sungai besar," ujar Doyo.

Meskipun demikian, Doyo menambahkan ada sedikit perbedaan dibandingkan denhan sebelumnya, yang mana berikutnya penekanan operasionalnya lebih kepada masing-masing SKPD. Sehingga perannya sekarang adalah mendampingi. 

Hal ini juga mengingat dana operasional yang diambil dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sudah tidak lagi dipakai, karena sudah tidak berstatus tanggap darurat hingga telah digeser menjadi dana SKPD, sesuai ketentuan yang berlaku.

"TNI, Polri, LSM dan Perguruan Tinggi tetap membackup kegiatan kita. Karena pergeseran anggaran itu juga sekarang Satgas pun menggiring tidak lagi menggunakan dana BTT tapi menggunakan dana pergeseran ke SKPD," lanjutnya.

Meski demikian, Doyo kembali memastikan bahwa pembongkaran dan pengerukan tetap akan berlangsung. Terlebih sudah ada dasar yang menjadi pihaknya melakukan ini, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2017.

"Tetap kita lanjutkan, mereka yang sudah dibongkar tentu bisa marah," jelasnya.

Baca juga: Hambat Aliran Sungai, Satgas Normalisasi Sungai Beri Tanda Silang Merah untuk JBG di Jalan A Yani

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, di tengah berakhirnya status tanggap darurat banjir, Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir masih diberikan waktu untuk menuntaskan pekerjaannya selama 10 hari kedepan.

"Kita masih cari formulasinya. Apakah diperpanjang 10 hari atau bagaimana. Karena Tim Satgas juga kita berikan kesempatan 10 hari," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved