Breaking News:

Kriminalitas Regional

Tangis Kusmiyati, Rela Utang Rp 200 Juta Demi Putrinya Jadi PNS, Ternyata Ditipu Orang Terpandang

Seorang ibu bernama Kusmiyati, nekat utang Rp 200 juta demi putrinya Jadi PNS, ternyata Ditipu Perangkat Desa yang kong kalikong dengan kontraktor

KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO
Kusmiyati (47) saat ditemui di rumahnya di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) sore. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Nasib Kusmiyati (47) yang tertipu tetangga sendiri karena diimingi sang anak akan jadi PNS.

Tak tanggung-tanggung, Kusmiyati yang tinggal warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditipu tetangga sebasar Rp 200 Juta.

Kusmiyati hanya bisa menangis ketika harus mengangsur utang di bank sebesar Rp 200 juta dengan cicilan sebesar Rp 5,3 juta per bulan.

Kisah sedih Kusmiyati ini berawal tahun 2015 lalu diiming-imingi tetangganya yang berjanji mempekerjakan putrinya menjadi bidan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga: VIRAL TikTok Penjual Bakso Keliling di Jepang Ternyata Fasih Berbahasa Jawa, Begini Ceritanya

Baca juga: VI & VA Kakak Beradik Tipu 92 Online Shop, Sejak 2012 Raup Rp 1 Miliar, Terungkap Usai Beli Giordani

Baca juga: RINCIAN Insentif Kartu Prakerja Gelombang 12, Hari Ini Ditutup Ayo Daftar Login www.prakerja.go.id

"Saya awalnya diiming-imingi oleh Abdul Muiz, salah satu perangkat desa di kampung supaya menitipkan anak saya ke Pak Mustamir seorang kontraktor yang juga tetangga saya. Katanya bisa menjadikan anak saya bidan PNS di Solo. Namun ternyata semua itu bohong, uang malah dibawa kabur Pak Mustamir," ungkap Kusmiyati.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, uang Rp 200 juta yang diminta sebagai mahar untuk menjadi abdi negara justru raib.

Kesepakatan sejak 2015 tersebut tak kunjung terealisasi dengan berbagai alasan yang tak jelas.

Padahal, uang Rp 200 juta telah diserahkan dengan bukti kuitansi di atas materai.

"Sebenarnya banyak korbannya, namun mereka malu dan tidak mau masalah ini dibesar-besarkan. Bagaimana saya tahan, orang kecil seperti saya punya tanggungan utang sebanyak itu sejak 2015 tanpa hasil sepadan. Siapa sih yang tak ingin anaknya bekerja selulus kuliah," tangis Kusmiyati saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (25/2/2021) sore.

Merasa ditipu, ibu dua anak tersebut lantas melapor ke Polsek Panunggalan pada 2017. Namun, beberapa kali melapor belum juga ada kepastian dari pihak polisi.

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved