Breaking News:

Berita HST

Terkena Longsor Lagi, Kampung Mualaf di Patikalain HST Butuh Bantuan Air Bersih

Pascabanjir bandang, derita warga Desa Patikalain belum berakhir, setelah tanah longsor menjadikan kampung mualaf itu terisolasi

LAZNAS untuk Banjarmasin Post
Relawan LAZNAS LMI Kalsel saat menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan lainnnya kepada warga Desa Patikalain 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Derita warga di Pegunungan Meratus, Hulu Sungai Tengah belum berakhir.

Khususnya di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan.

Kampung Mualaf ini kembali terisolasi setelah mengalami tanah longsor yang mempersulit akses jalan menuju desa tersebut.

Saking terpencilnya, tim relawan pun butuh waktu 1,5 jam dari Barabai, Ibu kota Kabupaten HST untuk mencapai desa itu.

Baca juga: Motor Digondol Pelaku Curanmor, Bidan di HST Ini Akui Lupa Pasang Kunci Stang

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati HST Dihadiri Secara Virtual Anggota DPRD dan Forkopimda

“Saat ini kondisi kami bisa dibilang memprihatinkan. Jembatan kembali putus, listrik sudah lama mati. Lebih menyulitkan kehidupan warga lagi, tidak ada air bersih di Desa Kami,” kata Rahmiani, seorang ustazah di kampung yang 50 persen penduduknya mualaf tersebut.

Keluhan itu dia sampaikan melalui relawan LAZNAS LMI yang datang memberikan bantuan kepada warga setempat, Kamis 25 Februari 2021.

Relawan Laznas LMI memberikan pertolongan awal berupa sembako, alat cuci dan mandi, kompor, selimut, popok bayi, serta pembalut wanita.

Baca juga: Tunjangan Kinerja ASN Kotabaru Dicairkan Awal Pekan Maret, Kepala BPKAD: Langsung Dibayar Dua Bulan

Baca juga: PN Rantau Gelar Public Campaign Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Ujang, bagian Staf Pendayagunaan Laznas LMI Kalsel kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (26/2/2021) menjelaskan, ada 22 keluarga yang hidup serba kekurangan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang kembali mempersulit akses jalan.

Sebelumnya akses ke desa tersebut sudah dibuka oleh para relawan dari berbagai organiasi, namun kembali tertutup longsor.

“Semuanya serba kekurangan," tambah Ujang..

Setelah mengunjungi desa itu, pihaknya melihat, sangat penting untuk melakukan pipanisasi dan penyediaan tandon untuk air bersih.

“Sudah satu bulan warga di sini tidak menikmati air bersih. Jika ke sini lagi, kami akan mengadakan pipanisasi dan penyediaan tendon,” kata Ujang.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved