Breaking News:

Berita HST

Pasca Banjir Bandang, Warga Meratus Kabupaten HST Ini Berkemah di Tengah Hutan

Warga Dusun Pantai Uang, Desa Datarajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, Kalsel, tidak punya uang untuk bangun rumahnya yang tersapu banjir bandang

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Warga Desa Baru Waki, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, belum tertampung di hunian sementara (huntara), masih tidur di bawah tenda. Hujan dan cuaca panas pun membuat mereka tidak nyaman tinggal di bawah naungan terpal. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Salah satu desa terdampak parah banjir bandang yang terjadi pertengahan Januari 2021 adalah Desa Datarajab.

Desa dan anak-anak desanya diterjang banjir sangat parah, hingga memutus akses jalan di kawasan ini, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Penuturan Sahrani, warga Dusun Pantai Uang, Desa Datarajab, sampai sekarang bersama keluarganya masih tidur di bawah tenda di hutan Pegunungan Meratus.

Bersama istri dan dua anaknya, Sahrani pun hidup dari bantuan yang diberikan pemerintah dan para relawan.

Baca juga: Tiga Gunung di Meratus Hantakan HST Retak, Sumiati Tegaskan Bukan Salah Masyarakat Adat

Baca juga: Tiga Jembatan Putus Diterjang Banjir HST, Petani  Karet Kini Kesulitan Mencari Nafkah

“Rumah kami hanyut dibawa arus banjir, bahkan tak meninggalkan puing. Temasuk simpanan padi di dalam kindai (tempat penyimpanan padi), semuanya hilang,” kata Sahrani kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (27/2/2021).

Rumah Sakrani berjarak sekitar 100 meter dari Gunung Magalum, yaitu gunung yang mengalami longsor setelah diguyur hujan yang intens. Pantai Uwang wilayah paling atas di Kecamatan Hantakan.

Masih kata Sahrani, selain dirinya, ada 4 rumah tetangga yang rusak. Namun yang hanyut 100 persen adalah rumahnya dan 1 rumah keluarga lainnya.

Sampai sekarang, Sakrani mengatakan bingung untuk memulai bangkit. Sebab, mengandalkan bantuan terus,  tidak mungkin selamanya. "Sedangkan modal untuk bercocok tanam, tidak ada lagi,” katanya.

Baca juga: Aulia-Mansyah Resmi Pimpin HST, DPRD Minta Refocusing Anggaran Pemulihan Pasca Banjir

Baca juga: Terkena Longsor Lagi, Kampung Mualaf di Patikalain HST Butuh Bantuan Air Bersih

Sakrani dan warga lainnya mengaku masih trauma dengan kejadian banjir bandang dan sampai sekarang belum berani tinggal di sana lagi. “Seandainya ada program relokasi, kami tidak ingin tinggal di gunung lagi,” ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved