Breaking News:

Berita HST

Warga Pantai Uwang Sebut Lumpur Terbawa Banjir ke Barabai dari Longsoran Gunung Magalum

Banjir bandang di Barabai HST sebulan lalu masih menyisakan bekas lumpur, menurut warga Pantai Uwang, lumpur tersebut longsoran Gunung Magalum

banjarmasinpost.co.id/hanani
Kondisi Sungai Alat di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sejak banjir bandang 14 Januari 2021, kondisi sungai-sungai di wilayah HST yang berhulu di Pegunungan Meratus Hantakan berwarna cokelat akibat longsornya gunung Magalum 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Dusun Pantai Uwang, Desa Datar Ajab Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyebutkan, banjir bandang di wilayah HST pada 14 Januari 2021 lalu, akibat hujan deras beberapa hari.

Hal itu membuat Gunung Magalum di dusun tersebut longsor, karena adanya penebangan di wilayah paling ujung Kecamatan Hantakan terebut

Sahrani, yang tinggal di sekitar Gunung Magalum, yang merupakan gugusan Pegunungan Meratus mengatakan, separuh gunung, yaitu sekitar satu kilometer sudah longsor.

Baca juga: Tiga Jembatan Putus Diterjang Banjir HST, Petani  Karet Kini Kesulitan Mencari Nafkah

Baca juga: Terkena Longsor Lagi, Kampung Mualaf di Patikalain HST Butuh Bantuan Air Bersih

Baca juga: Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan, Polres Banjarbaru Menyasar THM dan Tempat Nongkrong

Baca juga: Bisnis Kuliner Anak Jokowi Hadir di Banjarmasin, Ada Menu Ayam Batu Bara

“Longsorannya, berupa lumpur yang sampai ke wilayah Kota Barabai, terbawa air bah setelah jatuh ke sungai,” kata Sahrani kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Sahrani, 50 persen Gunung Magalum yang tersisa sekarang terus longsor jika turun hujan.

Hal itu pula yang membuat sungai terus berwarna cokelat, dari hulu sampai ke hilir, termasuk sungai di Barabai.
“Kecuali musim kemarau, baru mungkin bisa jernih lagi,” katanya.

Sahrani pun menyebut, jika curah hujan tinggi seperti saat banjir bandang sebulan lalu, potensi banjir bandang disertai longsoran bisa terjadi lagi.

“Saya tidak bermaksud menakut-nakuti. Tapi begitulah fakta di desa kami saat ini. Silakan jika ingin melihat langsung,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved