Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Hasil Sengketa Pilgub Kalsel 2020 Ditentukan 9 Hakim MK, Denny Indrayana Sebut Tiga Kemungkinan

Sengketa Pilkada Gubernur Kalsel kini tinggal menunggu putusan sembilan hakim MK. Pemohon, Denny Indrayana pun menyampaikan kemungkinan Putusan MK

Capture Youtube MK RI
Pelaksanaan Sidang Pembuktian Perkara PHPU Pilgub Kalsel Tahun 2020. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nasib hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalsel Tahun 2020 kini berada di tangan Sembilan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Repuplik Indonesia. 

Diketahui, tiga Hakim MK anggota panel sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) perkara Pilgub Kalsel melaporkan keterangan saksi-saksi dan bukti tambahan yang diperoleh dari sidang pemeriksaan ke dalam Rapat Permusyawaratan Hakim MK.

Dimana nantinya, Rapat Permusyawaratan Hakim yang diikuti kesembilan Hakim MK ini lah yang akan memutuskan perkara tersebut.

Meski diketahui Rapat Permusyawaratan Hakim itu akan dilaksanakan di Bulan Maret Tahun 2021 ini, namun belum diketahui pasti kapan keputusannya akan diumumkan.

Baca juga: Tim Pemenangan Paman BirinMu Desak KPU Banjar Laporkan Saksi Sidang Sengketa Pilgub Kalsel

Baca juga: Berlangsung Lebih Dari 9 Jam, 15 Saksi Hadir di Sidang MK Perkara PHPU Pilgub Kalsel Tahun 2020 

Baca juga: Tak Hadir Langsung Sidang PHPU Pilgub Kalsel 2020 di MK, Begini Alasan Denny Indrayana

Pihak termohon dalam perkara ini yaitu KPU Provinsi Kalsel melalui Komisioner Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Kalsel, Dr Nur Zazin menyatakan belum mendapat informasi dari MK kapan keputusan akan diumumkan.

"Belum ada," kata Zazin dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (28/2/2021).

Namun Zazin memastikan, KPU Provinsi Kalsel tentu akan melaksanakan apapun perintah dari keputusan MK nantinya atas perkara tersebut. 

Sedangkan dari pihak pemohon yaitu Paslon Nomor Urut 2 di Pilgub Kalsel H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D), Denny memperkirakan keputusan akan diumumkan oleh MK pada akhir bulan Maret. 

"Setelah tiga orang dari panel dua melaporkan ke Rapat Permusyawaratan Hakim di awal-awal Bulan Maret, maka kemudian akan ada putusan yang paling lambat dilakukan di 24 Maret," kata Denny. 

Melalui unggahan di akun media sosial Instagramnya, @dennyindrayana99, Denny juga menyampaikan sejumlah kemungkinan hasil putusan Majelis Permusyawaratan Hakim MA berdasarkan permohonan yang disampaikannya dalam perkara tersebut. 

Pertama yaitu MK memutuskan untuk membatalkan pencalonan Paslon Nomor Urut 1 yang menjadi pesaingnya di Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Baca juga: Ini Sederet Nama Tim Kuasa Hukum yang Diajak Denny Indrayana Sengketakan Hasil Pilgub Kalsel

Kedua yaitu MK memutuskan agar KPU Provinsi Kalsel melaksanakan pemungutan suara ulang atau yang ketiga, MK memutuskan untuk menolak permohonan Paslon H2D. 

Jika MK memutuskan untuk menolak permohonan Paslon H2D, artinya MK menguatkan keputusan hasil rekapitulasi Pilgub Kalsel Tahun 2020 yang sudah ditetapkan oleh KPU Kalsel, dimana Paslon Nomor Urut 1 sebagai pemenang Pilgub Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved