Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pipa PDAM Bocor di A Yani Km1 Banjarmasin, Wilayah S Parman-Kayutangi Kena Dampak Gangguan Air

Pelanggan PDAM Bandarmasih Jalan S Parman, Jalan Hasan Basri hingga RS Ansari Saleh, termasuk Alalak Selatan bakal mengalami gangguan distribusi air.

PDAM Bandarmasih
Kebocoran pipa milik PDAM Bandarmasih di Jalan A Yani mengakibatkan air meluber hingga ke jalan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Distribusi air ke pelanggan PDAM Bandarmasih dipastikan beberapa jam ke depan kembali mengalami gangguan.

Hal ini terjadi, sehubungan adanya kebocoran pipa transfer distribusi dengan diameter 400 mm milik PDAM Bandarmasih, hari ini Minggu (28/2/2021) sore di Jalan A Yani Km 1 Banjarmasin.

Pipa yang mengalami kebocoran ini sendiri, adalah berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) A Yani menuju booster S Parman.

Sehingga pelanggan yang mendapat distribusi air dari booster S Parman akan terdampak dari proses pengerjaan perbaikan pipa yang bocor tersebut.

Baca juga: Cegah Kerusakan Jalan, Pemprov Kalteng Gencarkan Sosialisasi Indonesia Bebas Odol ke Masyarakat

Baca juga: Penertiban Protokol Kesehatan Terus Dilakukan di Kabupaten HSU

Baca juga: Dikunjungi DPRD Kutai Kartanegara, Dishub Balangan Sampaikan Raperda Pengujian Kendaraan Bermotor

Adapun pelanggan yang terdampak adalah yang berada di Jalan S Parman, Jalan Hasan Basri sebelah kiri hingga RS Ansari Saleh, termasuk juga kawasan Alalak Selatan dan sekitarnya.

"Pipa distribusi diameter 400 mm dari Jalan A Yani Km 1 menuju S Parman mengalami kebocoran dan cukup besar. Makanya pompa pun sudah kami off kan sekitar satu jam yang lalu karena sedang dalam proses pengerjaan," ujar Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid kepada banjarmasinpost.co.id.

Wakhid menambahkan pihaknya pun tidak bisa memberikan pemberitahuan sebelum mematikan pompa, karena kebocoran yang terjadi cukup besar.

"Kebocoran pipa cukup besar, bahkan menyebabkan air meluber ke jalan, makanya pompa langsung dimatikan," jelasnya.

Dibeberkan juga oleh Wakhid, mengingat besarnya kebocoran pipa yang terjadi membuat waktu pengerjaan pun diperkirakan akan memakan waktu lebih lama.

"Estimasi lama perbaikan mungkin sekitar 12 jam. Kenapa lebih lama ? Karena memang ini robekan kebocoran pipanya lebih besar. Mudah-mudahan bisa selesai lebih cepat," jelasnya.

Disinggung mengenai penyebab kebocoran pipa tersebut, Wakhid pun membeberkan masih terkait dengan usia pipa.

"Pipa-pipa kita memang sudah sangat berumur, bahkan sekitar 30 tahunan. Idealnya memang harus segera diganti, tapi kita masih terkendala belum mendapatkan penyertaan modal untuk investasi melakukan peremajaan pipa," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved