Breaking News:

Bank Kalsel

Raih Peringkat IdA-dari Pefindo, Bank Kalsel Dinilai Punya Kemampuan Kuat Komitmen Jangka Panjang

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) mendapatkan rating idA- dengan peringkat stabil.

Foto dokumen Bank Kalsel
Layanan Bank Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Apresiasi diberikan kepada Bank Kalsel datang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) mendapatkan rating idA- dengan peringkat stabil.

Peringkat yang didapat Bank Kalsel ini memiliki kekampuan kuat untuk komitmen jangka panjang.

"Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi," kata Pefindo dalam keterangan resmi, Kamis (25/2/2021) seperti dilansir oleh kontan.co.id.

Adapun tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat mencerminkan pasar captive Bank di provinsi Kalimantan Selatan. Disusul permodalan yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang di atas rata-rata.

"Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang di bawah rata-rata, profitabilitas yang moderat, dan kompetisi yang lebih ketat di segmen kredit produktif," terang Pefindo.

Peringkat dapat naik jika Bank Kalsel dapat secara signifikan memperkuat posisi bisnis dan membuat perbaikan secara signifikan dan berkelanjutan pada profil kualitas aset dan profitabilitas Bank. Namun bisa turun jika profil kualitas aset dan profitabilitas terus memburuk.

Pefindo menilai dampak dari pandemi terhadap profil kredit Bank Kalsel dapat terkelola karena didukung oleh produk inti pinjaman konsumen pegawai negeri sipil (PNS) yang mendominasi 51.7% dari portofolio kredit Bank hingga akhir 2020.

"Kami melihat dampak yang sangat terbatas dari pandemi terhadap kualitas aset dari pinjaman PNS, karena pinjaman ini memiliki risiko rendah dari skema pemotongan gaji secara langsung," lanjutnya.

Segmen ini akan mendukung pendapatan Bank dan menghasilkan arus kas di tengah pandemi.

Selain itu, menjadi bantalan terhadap potensi penurunan kualitas aset pada segmen kredit produktif, khususnya industri yang sangat terdampak seperti konstruksi, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan. (AOL)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved