Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Lika liku Perajin Nipah di Kabupaten Tala, Biasa Lewati Buaya di Sungai

Perajin atap nipah di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tala, kadang bertemu buaya sungai besar untuk cari nipah di Desa Tabanio.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Saat ini, pohon nipah sebagai bahan baku utama untuk membuat atap, letaknya kian jauh dari permukiman.

Perajin di Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, harus melintasi waktu puluhan menit untuk mencapai hamparan pohon nipah. Bahkan bisa lebih.

Akses perairan atau sungai yang dilalui, juga tak semuanya nyaman. Adakalanya saat menyusuri  menuju hamparan pohon nipah, ada buaya yang hilir mudik di sungai.

Meski umumnya, bagi warga yang bermukim di kawasan rawa, sudah biasa melihat atau bertemu buaya.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Satu Rumah di Atuatu Tala Dilalap Api, Laptop dan Uang Belasan Juta Turut Ludes

Baca juga: Sukar Dapatkan Elpiji Melon, Sebagian Warga Muara Asamasam Tala Gunakan Kayu Bakar

Baca juga: Beberapa Hari Hilang, Lansia di Tala Ditemukan Tak Bernyawa dengan Kondisi Tubuh Begini

"Biasa sudah melewati buaya pas berperahu kelotok di sungai menuju tempat pohon nipah," ucap Rawiyah, perajin atap nipah desa setempat.

Dikatakannya, buaya sungai yang ia jumpai kadang berukuran cukup besar. Ia tetap tenang saat melintasi monster tersebut.

Perempuan tua itu menuturkan hamparan pohon nipah yang saat ini masih banyak berada di kampung tetangga, yakni di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tala, Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved