Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

BPS Kalsel Sebut Elpiji Sebabkan Inflasi di Kota Banjarmasin

Inflasi di Kota Banjarmasin sebesar 0,59 persen, Kota Tanjung Kabupaten Tabalong sebesar 0,33 persen dan Kabupaten Kotabaru sebesar 0,09 persen.

PERTAMINA
ILUSTRASI - LPG 3 kg. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pada Februari 2021, di Kalimantan Selatan terjadi inflasi sebesar 0,53 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,15. 

Seluruh kota IHK di Kalimantan Selatan mengalami inflasi, yaitu Kota Banjarmasin sebesar 0,59 persen, Kota Tanjung Kabupaten Tabalong sebesar 0,33 persen dan Kabupaten Kotabaru sebesar 0,09 persen. 

Kepala BPS Kalsel M Edy Mahmud, dalam rilis yang ditayangkan dalam kanal youtubenya, mengatakan, pada Januari dan Februari 2021 terjadi pertumbuhan inflasi. 

"Inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," urainya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Tambah 170 Orang, Total Tembus 22 Ribu Kasus

Baca juga: VIDEO Satu Hari Pasca Kebakaran Pelambuan Banjarmasin, Warga Memilih Bertahan di Lokasi

Adapun, kelompok yang mengalami kenaikan, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan kelompok kesehatan dengan kenaikan masing-masing 1.31 persen dan 1.05 persen.

"Dari seluruh kelompok pengeluaran hanya satu kelompok yang mengalami penurunan, yaitu rekreasi, olahraga dan budaya sebesar (-0,45)," M Edy Mahmud. 

Sedangkan kelompok lainnya mengalami kenaikan bervariasi dengan nilai di bawah 1 persen, kecuali untuk kelompok pendidikan dan kelompok informasi komunikasi yang tidak mengalami perubahan.

"Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, bubur, mobil dan nasi dengan lauk," kata M Edy Mahmud.

Baca juga: VIDEO Pengecekan Senpi Anggota Polresta Banjarmasin, 1 Senpi Digudangkan

Baca juga: Cuaca Ekstrim Kalsel, Jaringan Listrik  Putus Disambar Petir, Listrik di Marabahan Padam

Selain itu  kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,83 persen.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved