Breaking News:

Berita Kalteng

Masalah Stunting Kalteng Dibahas Dalam Rapat Koordinasi Program Bangga Kencana

Upaya Pemprov Kalteng menganani stunting dari 2013-2019 terjadi penurunan angka prevalensi stunting di Kalteng sebesar 9,04 persen.

Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penanganan stunting dikemukakan Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri.

Hal itu dikatakannya saat membuka pertemuan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) di Swiss Belhotel Danum, Kota Palangkaraya.

Dihadiri juga Kepala BKKBN Kalteng, Sekda mengatakan, tahun 2018 prevalensi stunting berada di angka 34.04 persen.

Kemudian pada 2019 kembali dilakukan pengukuran ulang melalui Studi Kasus Gizi Balita Indonesia (SKGBI),  didapatkan hasil prevalensi stunting Kalteng berada di angka 32 persen.

Baca juga: Gubernur Kalteng Tolak Izin Kementerian ESDM untuk Penambangan Pasir di Pantai Ujung Pandaran

Baca juga: Pengelola THM dan Kafe di Palangkaraya Diimbau Tegur Pengunjung Tak Taat Protokol Kesehatan

"Artinya dari 2013-2019 terjadi penurunan angka prevalensi stunting di Kalteng sebesar 9,04 persen," ujarnya, Senin (1/3/2021).

Ditambahkan Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng,  Muhammad Irzal, pertemuan ini sangat penting karena memberi kesempatan untuk menyusun dan menyepakati berbagai kebijakan strategis.

Termasuk, dan langkah operasional Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di tahun 2021 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Masih kata Muhammad Irzal, pertemuan ini uuga merupakan momentum yang tepat untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia tentang target penurunan stunting menjadi 14 persen hingga 2024.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Kalteng Capai 13.846, Kapolda Minta Warga Taati Protokol Kesehatan  

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Januari 2021, peran BKKBN RI sangat penting,  khususnya untuk memegang kendali pencegahan stunting dan secara luas untuk melaksanakan Program Bangga Kencana di setiap provinsi di Indonesia," ujar Muhammad Irzal.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved