Breaking News:

Berita Banjarbaru

Masih Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Kadisdikbud Kalsel Sebut Empat Faktor

Disdikbud Kalsel hingga kini belum menerapkan pembelajaran tatap muka. Eda empat faktor alasan diungkap kadisdikbud Kalsel

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, HM Yusuf Effendi mengungkapkan empat faktor sehingga belum menerapkan pembelajaran tatap muka di Kalsel, Senin (1/3/2021). 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga kini Pemprov Kalsel masih memilih untuk menunda pembelajaran tatap muka. 

Kadisdikbud Kalsel HM Yusuf Effendi mengatakan, ada empat faktor yang membuat belum diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah di bawah kewenangan Pemprov Kalsel.

Pertama, kasus penambahan Positif Covid 19 di Kalsel terus naik.

Setiap harinya penambahan diatas seratus kasus.

"Ini menunjukkan Kalsel Masih rawan,"ungkapnya, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Masih Zona Merah dan Tunggu Bupati Baru, Disdik Tanahbumbu Belum Pastikan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Gunakan Klotok Kunjungi Desa Terpencil, Kadisdik Tapin Nilai Sekolah Siap Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: SK Gubernur Kalsel Tentang PPKM Mikro Terbit, Pembelajaran Tatap Muka di HSS Dihentikan Sementara

Selain itu berdasarkan ekspos satgas Covid-19 pusat, Kalsel juga masih dalam zona merah dan oranye.

Hanya dua kabupaten yang kuning yakni Tabalong dan HSS. Sementara zona oranye juga masih berfluktuasi dengan bisa saja menjadi merah.

"Tidak ada yang zona hijau di Kalsel," ujarnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Yusuf melanjutkan, selain itu saat diberlakukannya hadir bekerja di kantor 50:50 termasuk guru yang juga dalam kategori ASN  sudah banyak guru dan kepala sekolah yang terkonfirmasi positif bahkan ada yang meninggal karena Covid 19. 

"Sudah banyak yang terpapar dan ada yang meninggal misalnya di Banjarbaru SMAN 1, SMAN 4 dan SMAN 3, sedangkan di Banjarmasin ada SMAN 4. Baru guru yang turun, bagaimana jika peserta didik juga harus turun," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved