Breaking News:

Berita Batola

Pasca Banjir, Pemerintah Kabupaten Batola Upayakan Percepatan Perbaikan

Wakil Bupati Batola minta pejabatnya mendata kerusakan jalan, jembatan, pertanian, perikanan, pendidikan, akibat banjir supaya bisa ditangani segera.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Pengerukan sungai dengan alat berat dalam upaya normalisasi aliran sungai di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (1/3/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pasca direndam bencana banjir hingga sebulan lebih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menggelar rapat evaluasi penananganannya, Senin (01/03/2021). 

Pertemuan di Ruang rapat bupati ini dihadiri Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Pj Sekda Abdul Manaf beserta sejumlah Kepala SKPD terkait. 

Disampaikan Rahmadi, pertemuan membahas mengenai penanganan pasca banjir yang melanda sejumlah kecamatan. Karena di beberapa sektor perlu adanya perhatian dan perbaikan. 

Mengingat adanya kerusakan, ia pun meminta kepada SKPD terkait untuk melakukan pemetaan secara rinci, baik itu terkait infrastruktur, jalan, jembatan, pertanian, perikanan, pendidikan hingga sarana prasarana umum lainnnya. 

Baca juga: Tampil Nyentrik, Pakai Pupur Basah dan Musik Dj, Pedagang Sayur di Batola Ini Punya Kisah Kelam

Baca juga: Batola Kalsel Terima 2.000 Vaksin Tahap 2, Prioritas untuk Kalangan ini

"Berdasarkan pemetaan itu nantinya kami ketahui mana yang harus ditangani pusat, pihak provinsi maupun pemkab Batola sendiri," beber Wabup. 

Terkait sejumlah kerusakan yang memang mendesak, pihaknya akan sesegera mungkin membenahi. Sebagai contoh jalan atau jembatan putus. Karena di sana menurutnya merupakan hajat orang banyak. 

"Untuk pembiayaan mendesak semacam ini, kami gunakan dana tanggap darurat Belanja Tidak Terduga (BTT)," ucap Rahmadi saat ditemui di ruang kerjanya. 

Mengenai status banjir lanjut Rahmadi, hingga hari ini Kabupaten Batola telah berada pada masa peralihan atau transisi dari tanggap darurat banjir kepada status pasca banjir.

Baca juga: Operasi Jaran Intan 2021, Reskrim Batola Bekuk Empat Pelaku Curanmor, Satria F Jadi Sasaran

Sebagaimana disampaikan BPBD Batola, status tanggap darurat banjir berakhir pada 26 Februari lalu.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved