Breaking News:

Waspada Investasi

Susul TikTok Cash, Snack Video Juga Diblokir Pemerintah Gegara Tawarkan Uang ke Pengguna

Satgas Waspada Investasi OJK telah menghentikan 28 entitas ilegal termasuk TikTok Cash dan Snack Video yang belakangan ini viral di media sosial.

youtube/kompas.com
Snack video diblokir.Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan 28 entitas ilegal termasuk TikTok Cash dan Snack Video 

Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Peringatan bagi masyarakat yang saat ini tertarik atau bahkan telah menggunakan sejumlah aplikasi yang menawarkan uang kepada penggunanya, agar berhati-hati.

Saat ini Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan 28 entitas ilegal termasuk TikTok Cash dan Snack Video yang belakangan ini viral di media sosial.

Penghentian itu lantaran aplikasi tersebut dinilai berpotensi merugikan masyarakat.

Simak daftar aplikasi yang digentikan Satgas Waspada Investasi OJK selengkapnya, di artikel ini.

Baca juga: 253 Sekolah di Banjar Usulkan Pembelajaran Tatap Muka, PTM Tunggu Edaran Disdik Kalsel

Baca juga: Saatnya Investasi, Harga Kembali Turun : Ini Daftar Harga Emas Antam Hingga 1 Kg

Terkait hal itu, Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan, penghentian dilakukan usai SWI menemukan TikTok Cash menawarkan uang kepada pengguna hanya dengan memperbanyak menonton video di aplikasi.

"Kami telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Tongam dalam siaran pers, Senin (1/3/2021).

Tongam menuturkan, pihaknya juga sudah meminta aplikasi Snack Video menghentikan kegiatannya lantaran tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kemenkominfo.

Snack video diblokir.Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan 28 entitas ilegal termasuk TikTok Cash dan Snack Video
Snack video diblokir.Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan 28 entitas ilegal termasuk TikTok Cash dan Snack Video (youtube/kompas.com)

Aplikasi tersebut bahkan tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.

“Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh," tutur Tongam.

Tongam mengingatkan, masyarakat harus waspada terhadap penawaran-penawaran dari berbagai pihak yang seakan-akan memberikan keuntungan mudah tetapi berpotensi merugikan penggunanya.

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved