Breaking News:

Berita Nasional

Aturan Investasi Miras Dicabut, Ini Kata MUI dan PPP Tanggapi Keputusan Presiden Jokowi

Keputusan Presiden Jokowi mencabut Aturan soal Investasi Miras dalam Perpres 10/2021. mendapat respons positif dari MUI dan PPP.

Editor: Anjar Wulandari
KOMPAS IMAGES/Kristianto Purnomo
Ilustrasi minuman keras.Aturan Investasi Miras Dicabut, MUI dan PPP Beri Apresiasi Presiden Jokowi 

Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memutuskan mencabut Aturan soal Investasi Miras dalam Perpres 10/2021.

Keputusan Presiden Jokowi itu pun mendapat respons positif dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PPP.

Sebelumnya, Jokowi menyebut pencabutan itu hasil masukan sejumlah oragnisasi termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah

Diketahui aturan mengenai investasi industri minuman keras yang dicabut pemerintah tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Adapun keputusan ini disampaikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (2/3/2021).

Baca juga: VIDEO Tahanan Rutan Kelas IIB Kandangan Kabur, Gunakan Selimut Untuk Lompati Pagar Berduri

Baca juga: Cabut Aturan soal Investasi Miras dalam Perpres 10/2021, Jokowi Sebut MUI, NU & Muhammadiyah

Terkait keputusan itu, Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengapresiasinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni'am dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (2/3/2021) usai keputusan tersebut diumumkan Presiden Joko Widodo.

"Hari ini Presiden Republik Indonesia telah merespons secara bijak, aspirasi yang hidup di tengah masyarakat," kata Asrorun.

"Pandangan yang disampaikan oleh MUI, oleh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, oleh pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dengan statemen dan policy yang diambil oleh Presiden melalui pencabutan lampiran terkait dengan izin investasi minuman keras," ujar dia.

Atas keputusan yang diambil Presiden Jokowi tersebut, MUI mengapresiasi keseriusan pemerintah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved