Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Bitcoin Bisa Jadi Mata Uang untuk Perdagangan Global, Sempat Sentuh Rp 812 Juta Per Keping

Bank dan penyedia jasa keuangan Amerika Serikat, Citi, menyatakan bitcoin tengah menapaki menjadi salah satu mata uang perdagangan internasional.

PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, NEW YORK - Bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto. Dia adalah sosok misterius yang pada tahun 2008 melahirkan Bitcoin, namun dia merilis Bitcoin sebagai perangkat lunak sumber terbuka pada awal tahun 2009.

Bitcoin sendiri jumlah terbatas di seluruh dunia, totalnya hanya ada 21 juta keping.

Dalam dunia Bitcoin, ada dua jenis pengguna, yaitu sebagai trader dan miners.

Trader adalah orang yang membeli dan menjual Bitcoin, bentuk kegiatannya macam jual aset seperti emas dkk saja.

Baca juga: MENGUAK Sifat Menusia dari Golongan Darah A O B AB, Ternyata Darah O yang Menjadi Idola

Baca juga: Bansos Tunai Rp 300 Ribu Maret 2021, Login dtks.kemensos.go.id, Cairkan Hanya Bawa KTP atau KK

Baca juga: Bitcoin Diprediksi Bisa Cetak Rekor Hingga 55.000 Dolar AS di 2021

Sementara miners adalah orang yang menjalankan server Bitcoin dan bertugas memverifikasi transaksi Bitcoin. Kemudian mereka akan mendapatkan imbalan Bitcoin dan alternative coin (altcoin).

Saat ini bank sekaligus penyedia jasa keuangan asal Amerika Serikat, Citi, menyatakan bitcoin saat ini tengah menapaki langkah untuk bisa menjadi salah satu mata uang dalam perdagangan internasional.

Dilansir dari CNBC, Selasa (2/3/2021) hal tersebut didasarkan pada banyaknya perusahaan yang mulai menyatakan bakal menggunakan bitcoin sebagai salah satu alat transaksi, seperti Tesla dan PayPal.

Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, juga baru saja membuat pernyataan bakal menerbitkan mata uang digital.

"Terdapar banyak risiko dan tantangan yang menghambat kemajuan bitcoin," jelas bank tersebut dalam sebuah catatan tertulis.

"Masa depan bitcoin masih tidak pasti, namun perkembangan yang terjadi dalam waktu dekat yang bakal menetukan titik baru bitcoin apakah akan bisa diterima secara mainstream, atau hanya menyebabkan ledakan spekulatif," ujar Citi.

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved