Breaking News:

Berita Nasional

Pemeritah Jokowi Izinkan Investor Asing Cari Harta Karun Bawah Laut Indonesia, Syaratnya Tak Gampang

Investor asing sebakarang diperbolehkan mencari harta karun bawah laut atau benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam.

Editor: Didik Triomarsidi
net
ilustrasi - Bangkai pesawat di bawah laut 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Demi banyaknya investasi masuk ke Indonesia, Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengizinkan investor asing cari harta karun bawah laut di Indonesia.

Harta karun bawah laut yang dimaksudkan adalah, investor asing boleh mencari harta karun bawah laut atau benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam.

Tujuan dari ini, Pemerintah menginginkan memperluas bidang usaha yang bisa digarap oleh investor asing di Indonesia.

"Dibuka pengangkatan benda berharga muatan kapal tenggelam, jadi kalau mau cari harta karun di laut bisalah kau turun. Syarat dan izinnya datang ke kita untuk bisa mendapatkan itu," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Tarik Dana Bantuan Covid-19 di Bank, Kades Bawa Uang untuk Judi dan Foya-foya, Terancam Hukuman Mati

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 6 Kelas 2 SD Hal 166 - 174, Subtema 4 Pembelajaran 2 Merawat Hewan dan Tumbuhan

Baca juga: LINK LIVE TVRI Belajar dari Rumah Rabu 3 Maret 2021, PAUD & SD, Kelas 6: Ingin Jadi Insinyur Listrik

Awalnya bidang usaha itu masuk ke dalam daftar 20 bidang usaha tertutup bagi investasi dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Namun, daftar negatif investasi pada aturan tersebut direvisi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, menjadi hanya 6 bidang usaha saja yang tertutup.

Artinya, 14 bidang usaha yang sebelumnya dilarang menjadi terbuka bagi investor. Termasuk di dalamnya bidang usaha pengangkatan benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam.

Tetapi pada hari ini Selasa (2/3/2021), pemerintah mencabut 3 bidang usaha terkait investasi minuman alkohol yang sebelumnya dibuka. Dengan demikian, kini bidang usaha yang dibuka tak lagi 14 melainkan 11.

Kendati demikian, Bahlil memastikan pembukaan investasi pada bidang-bidang usaha tersebut tidak akan dilakukan dengan sembarangan. Sebab, ada perizinan dan peraturan ketat yang harus dipenuhi oleh para investor.

"Harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, tidak langsung masuk Online Single Submission (OSS) kemudian izin didapatkan. Tapi harus ada notifikasi dan syarat-syarat itu tidak gampang karena ini bukan barang barang sembarangan. Semakin bagus barang, semakin syaratnya bagus," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved