Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tim Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Ikut Turun Gelar Investigasi di Rutan Kandangan

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI menurunkan tim investigasi insiden larinya empat narapidana di Rutan Kandangan

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sudirman Jaya 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak hanya tim dari Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI juga turun menginvestigasi insiden larinya empat narapidana di Rutan Kandangan, Selasa (2/3/2021) siang.

"Kami bersama tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI berangkat ke Kandangan hari ini," kata Plt Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sudirman Jaya, Rabu (3/3/2021).

Investigasi kata Jaya akan dilakukan untuk mengetahui secara pasti apa permasalahan yang menyebabkan kaburnya empat napi Rutan Kandangan.

Baca juga: Tahanan Kabur di Lapas Kandangan, Kanwil Kemenkumham Kalsel Benarkan Dua Berhasil Diamankan

Baca juga: 7 Tahanan Kabur di Polres HSS, Kapolda : Hukuman Bakal Ditambah dan Anggota Diberi Sanksi

Tim akan memintai keterangan para petugas rutan dan napi di Rutan Kandangan, termasuk tentunya dua napi yang sempat kabur dan sudah berhasil kembali ditangkap tak lama setelah melarikan diri.

"Kami harap ini bukan kesengajaan apalagi bantuan dari oknum," bebernya.

Salah satu persoalan yang dapat diidentifikasi lebih awal menurut Jaya yaitu terkait jumlah petugas penjagaan di Rutan Kandangan yang diakuinya belum ideal.

Diungkapkan dia, larinya empat napi tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita saat waktu sholat dzuhur berjamaah di masjid rutan, Selasa (2/3/2021), dimana saat itu jumlah petugas penjagaan yang bertugas sebanyak tujuh orang.

Baca juga: Kasatpol PP Kabupatem Tapin Minta Anggota agar Sosialisasi 3M Perlu Ditingkatkan

Baca juga: Ikut Divaksin, Wakil Ketua MUI Kalsel: Vaksinasi Covid-19 Ibadah

Dari jumlah itu, penjagaan dibagi untuk mengawasi aktivitas sholat berjamaah di masjid rutan, blok-blok tahanan dan pos penjagaan.

Karena terbatasnya jumlah petugas, tak dipungkirinya bahwa tidak semua pos penjagaan saat itu dapat diisi petugas.

"Idealnya di Rutan Kandangan lima belas orang satu regu," kata Jaya.

Persoalan ini juga menurutnya tidak eksklusif bagi Rutan Kandangan, melainkan juga menjadi fenomena di seluruh rutan dan lembaga pemasyarakatan di Kalsel.

Meski demikian, Ia menegaskan belum idealnya jumlah petugas penjagaan tidak menjadi alasan atau pembenaran atas terjadinya insiden di lapas atau rutan, termasuk insiden larinya empat napi di Rutan Kandangan.

"Karena itu investigasi tetap kami lakukan," tegasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved