Breaking News:

Berita HST

Bangun Lumbung Pangan Cadangan, HST Terkendala Dana dan Masalah Lahan

Banjir di HST berdampak rusaknya simpanan padi warga HST, terparah terjadi di Kecamatan Hantakan, Pandawan dan Barabai.

BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Ilustrasi-Abdul Muis sedang menjemur gabah hasil panen dari sawahnya di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengakui, dampak banjir bandang Januari 2021 lalu, berimbas pada rusaknya simpanan padi di lumbung-lumbung padi milik masyarakat.

Rusaknya simpanan padi ini, terparah terjadi di daerah rawan banjir seperti di Kecamatan Hantakan, Pandawan dan Barabai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan HST Sunarwinarni pun mengakui pentingnya lumbung padi  cadangan.

Dijelaskan, di HST sendiri sudah ada lumbung cadangan pangan, meski jumlahnya belum sesuai saran pemerintah pusat yaitu satu desa satu lumbung.

Baca juga: Mentan Sebut Kalsel Lumbung Pangan Nasional, Paman Birin Optimis 1,7 Juta Ton GKG Tercapai

Baca juga: Lumbung Pangan Masyarakat Sungai Batang Diresmikan, Bupati Banjar Panen Palawija

Untuk memenuhinya terbentur keterbatasan dana. Selama ini pembangunan lumbung padi dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari pemerintah pusat.

"Jadi isi lumbungnya pun dari pemerintah pusat, minmal2,5 ton cadangan pangan,”kata Sunarwinarni, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (4/3/2021)

Adapun lumbung padi yang sudah ada tersebar di 11 kecamatan se-HST dengan jumlah 12 unit.

Lumbung cadangan itu  dikelola kelompok masyaraat. Dari 12 lumbung cadangan itu, masih teredia 35.940 ton gabah.

Dijelaskan, untuk 2021 sendiri, ada anggaran dari DAK, untuk pembangunan lumbung baru. Lokasinya di Desa Tanah Habang, Kecamatan Batangalai Selatan.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved