Breaking News:

Berita HST

Anggota TNI, Polri, Dishut, Mahasiswa Tanam Pohon di Pegunungan Meratus Kabupaten HST

Anggota TNI, Polri, mahasiswa, masyarakat, KPH Hulu Sungai, tanam 830 pohon di Pegunungan Meratus, Desa Patikalain, Kabupaten HST, untuk cegah longsor

PENERANGAN KODIM 1002/BARABAI UNTUK BPOST GROUP
Kegiatan menanam pohon dilaksanakan UPT Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan bekerja sama dengan TNI/Polri, mahasiswa dan masyarakat di Pegunungan Meratus, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (4/3/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kegiatan revolusi hijau dilaksanakan UPT Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, TNI-Polri, ASN, mahasiswa Universitas Sari Mulia Banjarmasin dan masyarakat, Kamis (4/3/2021).

Mereka menanam 830 batang pohon secara serentak di wilayah Pegunungan Meratus, Desa Patikalain,  Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.

Kepala Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, bibit pohon yang ditanam terdiri dari 720 batang mahoni, 100 batang langsat dan 10 batang ulin.

Tujuanya, memperkuat tebing sungai agar tidak terjadi longsor pada saat musim hujan.

Baca juga: Temukan Ilegal Logging di Kawasan Hutan Lindung Meratus HST, Warga Sebut Telah Lapor Aparat

Baca juga: Sidak ke Hutan Lindung Mangkiling Sebelum Banjir HST, Warga Temukan Fakta Illegal Logging di Meratus

Baca juga: Dishut Kalsel Musnahkan 96 Balok Kayu Ilegal yang Ditemukan di Hantakan Kabupaten HST

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan TNI dan Polri, dalam hal ini Kodim 1002/Barabai dan Polres HST,  serta mahasiswa dan masyarakat. Ini merupakan program Kementrian Kehutanan,” kata Rudiono.

Sementara itu Dandim Letkol Inf Muh Ishak H Baharuddin, melalui Danramil 1002-07/Pagat Kapten Inf Andi Tiro,  mengatakan, kegiatan ini  dalam upaya penghijauan untuk mencegah tanah longsor.

Harapannya, program ini berkelanjutan. Tidak hanya dilaksanakan di Desa Patikalain, tapi juga di desa-desa lainnya di wilayah Pegunungan Meratus.

“Bencana banjir dan longsor menjadi pelajaran bagi kita tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan hutan sebagai paru-paru dunia, untuk masa depan juga demi anak cucu kita,” kata Andi Tiro.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved