Breaking News:

Berita HST

Jelang Ramadan 2021, Korban Banjir HST Kalsel Mulai Bikin Dapur Tempat Memasak di Pengungsian

Korban banjir HST mulai membangun dapur memasak untuk persiapan menjelang tibanya ramadan 2021

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kondisi pengungsi di Desa Baru Waki, Kecamatan Batubenawa Kabupaten HST. Warga yang tinggal di huntara maupun tenda darurat berupaya bangkit mencari kayu puing untuk membangun dapur menyambut Ramadhan, Jumat (5/3/2021). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Hampir dua bulan pasca banjir bandang, warga Desa Baru Waki, Kecamatan Batubenawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berupaya bangkit.

Mereka yang tinggal d tenda-tenda, maupun yang sudah tertampung d rumah hunian sementara (huntara) mencari kayu-kayu bekas puing rumah tersisa, untuk dijadikan dapur tempat memasak.

“Soalnya sebentar lagi kan Ramadhan. Tentu kami butuh dapur yang lebih aman dari hujan saat bangun sahur,”ungkap Sanusi, warga Rt 02 yang rumahnya hanyut 100 persen terbawa barus Bersama barang-barang yang dia miliki.

Sanusi sendiri beruntung karena menjadi salah satu warga yang berhak tinggal di huntara komunal berkapasitas 10 keluarga.

Baca juga: Ramadan 1442 Hijriah Tak Lama Lagi Tiba, Begini Cara Menyambut Bulan Suci Puasa

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan 13 April 2021 Awal Ramadan 1442 H, Begini Metode Penentuan Hari Pertama Puasa

Meski demikian, luas satu petak hunian, sekitar 3x3 meter hanya cukup untuk tempat tidur Bersama istri dan dua anaknya.

Dijelaskan mereka yang tinggal dihuntara adalah keluarga yang kehilangan tempat tinggal 100 persen, Bersama barangnya.

Menurut Sanusi selama ini aktivitas memasak dilakukan di luar ruang huntara.

Semua barang yang dimiliki saat inipun adalah barang bantuan dari berbagai relawan dan pemerintah.

“Untuk saat ini, masing-masing sedang berupaya membuat dapur, persiapan bulan Ramadahan,”ungkap Sanusi.

Sedangkan warga yang masih tidur di tenda, juga berupaya membangun hunian sementara sendiri memanfaatkan papan rumah tersisa pascabanjir.

“Sampai sekarang belum bisa mencari nafkah, karena masih focus memikirkan tempat tinggal sementara. Tidur di tenda tidak anam, karena jika siang hari sangat panas, tak bisa istirahat. Jika hujan, kedinganan, bahkan jika angin kencang, tenda bisa terbang,”ungkap warga lainnya yang masih tinggal di tenda.

Selain menjadi tempat hunian sementara, tenda-tenda bantuan juga digunakan warga setempat sebagai tempat majelis, atau pengajian.

Baca juga: 1 Ramadan 1442 H Jatuh pada 13 April 2021 Menurut Maklumat Muhammadiyah, Idul Fitri pada 12 Mei 2021

Warga berharap, bantuan pemerintah pusat untuk tempat tinggal permanen segera realisasi, agar kehidupan Kembali normal.

“Sekarang mencari nafkah belum bisa, selain masih berupaya membangun rumah sementara, warga yang belum dapat huntara warga sibuk bangun dapur tadi. Ditambah lagi jembatan penyeberangan ke kebun karet tidak ada,”kata Sanusi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved