Breaking News:

Berita Nasional

Jokowi Kecewa Berat dengan E-commerce Sehingga Keluar Ucapan Benci Produk Asing

Menurut Mendag Lutfi, hal itu menjadi bentuk pernyataan kekecewaan kepala negara terhadap praktik kecurangan di perdagangan digital

Editor: Didik Triomarsidi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi digitalisasi bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Terungkap fakta kenapa Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengeluarkan penyataan resmi benci produk asing. Ternyata karena kekecewaan yang amat sangat dengan bisnis E-commerce.

Fakta ini diungkapkan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, hal itu menjadi bentuk pernyataan kekecewaan kepala negara terhadap praktik kecurangan di perdagangan digital yang membunuh UMKM Indonesia.

Mendag menceritakan bagaimana perdagangan digital melalui platform e-commerce global secara nyata telah membunuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta Maret 2021, Syaratnya Bukan ASN, TNI/Polri Serta Pegawai BUMN/BUMD

Baca juga: Momen Pandemi Covid-19, Inilah 5 E-commerce yang Paling Banyak Dikunjungi di Indonesia

Baca juga: Hanya Satu Jam Ratusan Produk Ludes dalam Flash Sale Adaro Kuatkan UMKM 2021

Hal itu terjadi lantaran adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan digital melalui skema predatory pricing yang berdampak pada hancurnya pelaku usaha dalam negeri.

Predatory pricing adalah strategi penjualan dengan mematok harga yang sangat rendah sehingga menarik pembeli.

Tujuannya untuk menyingkirkan pesaing dari pasar dan mencegah pelaku usaha lain masuk ke pasar yang sama.

"Jadi harga yang sengaja dibuat untuk membunuh kompetisi. Ini membuat tidak terjadi keadilan atau kesetaraan dalam perdagangan," ujar Lutfi dalam konferensi pers Rapat Kerja Kemendag 2021, Kamis (4/3/2021).

Praktik perdagangan yang curang itu, lanjut dia, diketahui dari sebuah tulisan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional.

Tulisan itu mengungkapkan hancurnya UMKM asal Indonesia yang bergerak di bisnis fesyen muslim, yaitu penjual kerudung atau hijab, akibat praktik predatory pricing yang dilakukan pihak asing.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved